Umum

Penampunga Semen Di BIB Lembang

a)    Penampungan yang penulis lakukan di Balai Inseminasi Buatan ( BIB) lembang yaitu sebanyak 2 (dua) kali dalam seminggu.

 

Kegiatan penampungan semen (cair) merupakan salah satu mata rantai dalam proses produksi semen beku.  Untuk menghasilkan semen cair yang memenuhi persyaratan dan meningkatkan libido dari pejantan, maka perlu mempelajari  dan memperhatikan perilaku dari setiap pejantan yang akan ditampung, yaitu mengenali sifat pejantan dari setiap bangsa/breed  pejantan. Begitu pula mengenali sifat individu dari masing-masing pejantan sehingga memerlukan penanganan yang professional, teraampil dan memiliki ras ksih sayang terhadap pejantan yang ditampung.

METODA PENAMPUNGAN

  • Metoda Pengurutan

Caranya memasukkan tangan 18-25 cm kedalam rectum dan mengurut kelenjar-kelenjar vesikulares dan ampulae dari depan kebelakang.

 

  • Metoda Elektro Ejakulator

Dengan menstimulasi sumsum tulang belakang dengan menempatkan satu elektroda didalam rectum dan elektroda lainnya pada urat daging belakang.

 

  • Metoda Vagina Buatan

Metoda ini dapat mengatasi kekurangan-kekurangan saat penampungan semen dengan menggunakan metoda pengurutan dan ejaculator karena dengan menggunakan vagina buatan dapat diperoleh semen yang bersih, maksimal dan ejakulasinya normal.

 

 

 

 

 

 

 

PENAMPUNGAN  DENGAN VAGINA BUATAN

Persiapan Penampungan

Hal yang perlu diperhatikan yaitu suhu vagina buatan saat melakukan penampungan, waktu penampungan, ransangan seksual sebelum penampungan (teasting), hewan pemancing (teaster) serta perlakuan lain yang erat kaitannya dengan tata cara penampungan semen.

  1. Mempersiapkan peralatan penampungan

Sebelum penampungan perlu dipersiapkan  peralatan/bahan penampungan semen antara lain :

  • Handuk besar dan lap tangan
  • Vaselin (bahan pelican) steril
  • Kapas
  • Label/nomor bull
  • Thermometer
  • Alkohol
  • Stick Glass
  • Vagina buatan
  • Tali
  • Dll

 

 

 

 

  1. Mempersiapkan vagina buatan

Bagian dan perlengkapan vagina buatan

  • Selinder karet tebal, kenyal tetapi kaku, berukuran panjang antara 25-40 cm dan diameternya 5-6 cm.  Panjang dan diameter vagina buatan disesuaikan dengan atau tergantung pada umur dan ukuran pejantan.  Pada bagian tengah selinder tersebut terdapat  sebuah lubang berkatup  seperti skrup (kran ) tempat memanaskaqn air panas dan diantaranya ada semacam pentil untuk meniupkan udara kedalam AV.
  • Selongsongan karet tipis sebagai lapisan dalam(iner liner) dari selinder karet tebal, panjangnya 40-50 cm dan diameter 5-6 cm.
  • Corong penampung terbuat dari karet tipis panjangnya ± 7 cm pada pangkal dan ± 1cm pada ujungnya.  Sebuah ventilasi (lubang) corong tersebut karena tekanan berlebihan yang ditimbulkan oleh dorongan penis sewaktu ejakulasi.
  • Sebuah tabung penampung semen yang berskala dan terbuat dari gelas panjang ± 11cm dan diameter  ± 1cm
  • Sebuah tabung plastic yang dilapisi kain atau kertas.  Tabung ini digunakan sebagai pelindung  tabung penampung semen  terhadap isnar matahari dan benturan.

 

 

 

Cara memasang vagina buatan

  • Pasang corong karet pada bagian vagina buatan dengan cara mengikat dan lubang udara pada corong  tersebut harus ada diatas sejajar dengan kran vagina buatan.
  • Pasang tabung gelas penampung  sperma yang telah diberi nomor bull yang akan ditampung  pada ujung corong karet vagina buatan dan diikat.
  • Pasang tabung pelindung (tabung plastik)
  • Masukkan air panas/hangat  kedalam vaniga buatan dengan cara memompa/meniup melalui  tabung berkatup , sampai terlihat permukaan vagina buatan menggelembung.
  • Oleskan vaselin (penisilin) secukupnya kedalam mulut vagina buatan dengan menggunakan stick glass.
  • Mengecek kembali temperature vagina butan sebelum melakukan penampungan.

 

Pelaksanaan Penampungan

Untuk mempermudah penampungan semen dengan vagina  buatan, harus disediakan fasilitas dimana secara aman kita dapat mengawasi hewan pemancing (teaster) dan hewan  jantan pada waktu penampungan. Untuk itu dipakai kandang khusus yang disebut Breeding Rack atau Service Crate, lantainya harus baik dan tidak licin, karena itu perlu diberi alas dan tiak menghambat.

 

 

  1. Pejantan

Persiapan vagina buatan dilaksanakan di laboratorium.  Sedangkan pejantan yang  akan dipersiapkan dengan memotong bulu dekat ujung preputium harus digunting sehingga panjangnya 1,5 cm.  Daerah ventral abdomen disekeliling preputium dicuci dengan air hangat tanpa sabun dan keringkan.

 

Pejantan yang akan ditampung dibiasakan dengan keadaan sekitar dan terhadap hewan pemancing atau teaster.  Pelihara ketenangan tempat penampungan dan ketenangan kondisi psykologis.

 

  1. Teasting

Pejantan yang akan ditampung semennya diusahakan menaiki teaster pada saat tersebut penisnya harus keluar, kolektor (pelaksana penampungan) memindahkan penis tersebut dengan memindahkan posisi penis pejantan dengan memegang preputiumnya ditarik kearah samping atau kearah kolektor, biarkan pejantan turun kembali.  Biarkan kondisi ini berlangsung hingga 3-4  kali dan penisnya jangan sampai menyentuh bagian belakang tease, hal ini supaya tidak terjadi ejakulasi , setelah libidonya optimal baru dilakukan penampungan.

 

 

 

  1. Cara Penampungan Semen

 

  1. Penampungan menggunakan teaster

–          Kolektor harus dalam posisi  siap menapung dengan kaki kiri sejajar kaki kanan yang telah memakai sepatu khusus.

–          Pada waktu penis pejantan keluar sewaktu menaiki teaster maka kolektor menagkapnya pada bagian preputium dan menarahkan kemulut vagina buatan myang terletak disamping pantan teaster.

–          Setelah ujung penis  menyentuh mulut vagina buatan maka akn terjadi ejakulasi.

–          Hasil semen yang telah ditampung dikirim kelaboratorium  untuk diadakan pemeriksaan.

–          Bersihkan peralatan yang telah digunakan

–          Mengembalikan pejantan dan teaster ke kandang masing-masing

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Penampungan menggunakan “Dummy Cow”

Dummy Cow merupakan alat untuk menggantikan pemancing (teaster) sedangkan metoda yang digunakan adalah metoda  vagina buatan. Pelaksaan Dummy Cow adalah sebagai berikut :

–          Menghubungkan panel listrik pada mesin yang terpasang

–          Menempatkan Dummy Cow  pada temapt yang rata

–          Menyesuaikan kulit penutup Dummy cow sesuai dengan bangsa pejantan

–          Mendekatkan pejantan yang akan ditampung dengan Dummy Cow

–          Perangsangan berjalan 2-3 kali mounting/penunggangan sehingga ereksi pejantan berlangsung secara maksimal.

–          Petugas penapung duduk didalam Dummy Cow sambil tetap memegang vagina buatan

Setelah ejakulasi pejantan bertopang pada Dummy Cow dan secara perlahan Dummy Cow dimajukan sampai pejantan berdiri seperti biasa atau pejantan turun sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s