Lain - Lain · Peternakan

LAPORAN BIOKIMIA

PENDAHULUAN

            Biokimia merupakan ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi komponen seluler, seperti Protein Karbohidrat, Lipid, Asam Nukleat dan Biomolekul lainnya. Saat ini biokimia lebih terfokus secara khusus pada kimia reaksi fermediasi enzim dan sifat-sifat protein.

Biokimia metabolisme sel telah banyak dipelajari diantaranya pada sandi genetik (DNA, RNA) sintesis protein, angkutan, membran sel dan transduksi sinyal.

Kebangkitan biokimia ini diawali dengan penemuan pertama molekul Enzim Diastase pada tahun 1833, oleh anselme payen.

Istilah biokimia pertama kali dikemukakan pada tahun 1903 oleh Karl Neuber, seorang kimiawan jerman.

Saat ini, penemuan – penemuan biokimia digunakan berbagai bidang, mulai dari genetika hingga biologi molekuler dan dari pertanian hingga kedokteran.

Contoh aplikasi biokimia dalam pertanian merupakan dasar pengetahuan tentang teknologi berproduksi dan pasca panen yang melahirkan gagasan beru dalam pembenihan dan pengembangan pertanian, peternakan, dan perikanan. Bioteknologi yang merupakan rekayasa genetika atau gen mahluk hidup (tanaman) sehingga terbentuk suatu kombinasi bahan ( tanaman ) genetika baru.

I.  PROTEIN

Protein sangat berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membuat asam amino tersebut.

Biosintesis protein alami sama dengan ekpresi genetik, kode genetik yang di bawa DNA di transkripsi menjadi RNA, yang berperan penting sebagai cetakan bagi translasi yang dilakukan ribosom, struktur primer protein merupakan urutan asam amino penyusun protein yang dihubungkan melalui ikatan peptide

1.1  Uji Ninhidrin

 

Reagen :

–          Larutan ninhidrin

–          Larutan protein

Alat dan bahan :

–          Larutan Ninhidrin 0,1%

–          Larutan protein (Putih telur, kuning telur, tempe, tahu)

–          Tabung reaksi

–          Lampui bunsen

–          Pipet tetes

–          Rak tabung reaksi

–          Pipet

–          Penjepit kayu

–          Millon

–          Tryptopan

–          Glysin

Urutan kerja :

  1. Larutan protein terdiri dari putih telur, kuning telur, tempe dan tahu dengan masing- masing sebanyak 3 ml yang di masukkan kedalam tabung reaksi, sehingga terdapat 5 tabung reaksi berisi larutan protein
  2. Ninhidrin 0,1 % ditambahkan sebanyak 0,5 ml ke setiap tabung
  3. Setiap tabung diapanaskan di atas lampu bunsen sampai mendidih dan diamati
  4. Masing-masing sampel diulangi dengan penambahan milllon dan tryptopan
  5. Diulang sekali lagi masing – masing dengan penambahan glissin

Pertanyaan :

–          Warna yang terbentuk ?

–          Gugus yang memberikan Uji positif ?

Hasil Pengamatan :

1. Putih telur     +      Ninhidrin                                               : Ungu tua

2. Kuning telur  +      Ninhidrin                                              : Ungu

3. Tempe           +     Ninhidrin                                                : Ungu muda

4. Tahu              +      Ninhidrin                                              : Tidak terjadi perubahan

5. Putih telur    +    Tryptopan   +    Millon                           : Merah bata keabuan ada   gumpalan

6. Kuning telur  +   Tryptopan   +   Millon                             : Merah keabuan ada gumpalan

7. Tempa           +   Tryptopan   +   Millon                              : Merah muda dengan endapan berwarna pink

8. Tahu              +   Tryptopan   +  Millon                               : Mearh muda keruh

  

1.2  Reaksi untuk sistin

Alat dan Bahan

–       Tabung reaksi

–       Lampu bunsen

–       Pipet tetas

–       NaOH 1 N

–       Pipet

–       Larutan sistin

–       Timbal asetat

–       Rak tabung reaksi

Urutan kerja :

  1. Sistin dilarutkan ke dalam 5 ml NaOh 1 N
  2. Kemudian ditambahkan kristal pb Asetat
  3. Kenudian dipanaskan sampai mendidih dan didinginkan

Pertanyaan :

– Apa warna endapan yang terbentuk ?

– Apa saja yang mengendap ?

Hasil Pengamatan :

1. Kuning telur                        Warna endapan kuning tidak stabil

2. Putih telur                           Tidak berwrna

3. Tahu                                    Gumpalan berwrna putih

4. Tempe                                 Tidak berubah

2. Reaksi Uji Terhadap Protein :

Alat dan Bahan :

–          Tabung reaksi

–          Larutan NaOH 2,5 N

–          Larutan CuSO4 0,01 M

–          Rak tabung reaksi

–          Pipet Tetas

–          Larutan Protein ( Putih telur, kuning telur, tempe, tahu )

Urutan Kerja :

  1. Masukkan masing – masing 3 ml kuning telur, putih telur, tempe dan tahu ke dalam tabung reaksi
  2. Ditambahkan NaOH 2,5 N sebanyak 1 ml ke dalam tabung reaksi
  3. Kemudian di tambahkan beberapa tetes larutan CuSO4 0,01 M

Pertanyaan :

Warna yang akan terbentuk ?

Hasil Pengamatan :

  1. Putih telur                        Ungu tua
  2. Kuning telur                    Ungu
  3. Tahu                                 Ungu muda
  4. Tempe                              Ungu muda sekali

2.2. Uji Koagulasi

Reagen :

–          Larutan Asetat 1 M

–          Larutan protein (putih telur, kuning telur, tahu, tempe )

–          Reagen millon

–          Air

Urutan Kerja :

  1. Dimasukkan ke dalam tabuyng reaksi masing – masing 5 ml larutan protein ( kuning telur, putih telur, tahu, tempe )
  2. Ditammbahkan 2 tetes larutan asetat 1M ke dalam setiap tabung reaksi
  3. Setiap tabung reaksi dimasukkan ke dalam air mendidih selama 5 menit
  4. Endapan diambil dengan batang penbgaduk
  5. Uji kelarutan endapan dalm air

Hasil Pengamtan :

  1. Endapan hasil pemanasan tidak larut dalam air
  2. Putih telur                        Endapan berwarna putih
  3. kuning telur                     Sedikit endapan
  4. Tempe                              Tidak berubah
  5. Tahu                                 Tidak berubah

 

2.3. Pengendapan dengan Alkohol

 

NO

REAGEN

TABUNG

1

2

3

1.  2.

3.

4.

5.

Albumen HCl 0,1M

NaoH 0,1 M

Buffer Asetat 4,7

Etil Alkohol 96 %

5 ml1 ml

6 ml

5 ml

1 ml

6 ml

5 ml

1 ml

6 ml

 

Hasil Pengamtan :

1. HCL   ————- Endapan banyak di bagian atas

2. NaOH ————  Endapan sedikit

3. Buffer Asetat  ——- Terdapat banyak endapan

2.4. Denaturasi Protein

Urutan Kerja :

  1. Tabung dimasukkan ke dalam air mendidih selama 15 menit
  2. Dinginkan pad asuhu kamar
  3. Tambahkan 10 ml larutan buffer asetat pH 4,7

Hasil Pengamatan :

  1. Tabung 1 berwarna putih keruh, terjadi pengendapan, karena terjadi koagulasi antara albumin dengan HCL
  2. Tabung 2 berwarna putih susu, tidak terjadi pengendapan, karena tidak terjadi koaguilasi antara albumin dan NaOH 0,1 M
  3. Tabung 3 berwarna putih keruh, terjadi pengendapan, karena terjadi koagulasi antara albumin dengan buffer asetat

3. Uji Millon

Alat dan Bahan :

–          Larutan protein  putih telur, kuning telur, tahu, tempe )

–          Tabung reaksi

–          Lampu bunsen

–          Rak tabung reaksi

–          Pipet

–          Penjepit kayu

–          Reagen millon

Urutan Kerja :

  1. Masing – masing larutan protein dimasukkan sebanyak 3 ml ke dalam tabung reaksi sehingga setiap tabung berisi 1 jenis larutan
  2. Kedalam setiap tabung reaksi ditambahkan rweagen millon masing – masing sebanyak 5 tetes
  3. Masing – masing tabung reaksi di panaskan diatas lampu bunsen kemudian didinginkan

Hasil Pengamtan :

1. Putih telur        +    Millon                                  Berwrna merah bata, terjadi koagulasi

2. Kuning telur     +    Millon                                  Berwrna merah bata, terjadi koagulasi

3. Tahu                 +   Millon                                   Merah muda (pink)

4. Tempe              +   Millon                                   Merah muda (pink)

II. Karbohidrat

Karbohidrat merupakan bahan makanan penting dan sumber tenaga yang teerdapat dalam tumbuhan dan daging hewan, selain itu karbohidrat juga menjadi komponen struktur penting pada makhluk hidup dalam bentuk serat (fiber) seperti sellulosa, peptin serta lignin

1.Sifat dan Reaksi Monosakarida

1.1.  Percobaan Karbohidrat

Alat dan Bahan :

–          Tabung reaksi

–          Pipet tetas

–          Larutan alfanaftol

–          H2So4 pekat

–          Glukosa

–          Fruktosa

–          Tabung reaksi

Urutan Kerja :

  1. Larutan glukosa dimasukkan ke dalam tabung reaksi
  2. Ditambahkan 5 tetes larutan alfanftol kemudian di kocok
  3. H2SO4 pekat di tambahkan hingga terjadi 2 lapisan
  4. Didinginkan dengan air mengalir, perubahan yang terjadi pad warna dan cincin yang memisahkan dua larutan
  5. Dilakukan juga pada larutan fruktosa

`

1. Sifat dan Reaksi Monosakarida

1.1. Percobaan Karbohidrat

Alat dan Bahan

–          Tabung reaksi

–          Pipet tetas

–          Larutan alfanaftol

–          H2SO4 pekat

–          Glukosa

–          Fruktosa

–          Tabung reaksi

Urutan kerja :

  1. Larutan glukosa di masukkan ke dalam tabung reaksi
  2. Ditambahkan 5 tetes larutan alfanaftol kenudian dikocok
  3. H2SO4 pekat ditambahkan hingga terjadi 2 lapisan
  4. Didinginkan dengan air mengalir, perubahan yang terjadi pada warna dan ciccin yang nenisahkan dua larutan
  5. Di lakukan juga pada larutan fruktosa

Hasil Pengamtan :

  1. Pada glukosa muncul warna ungu setelah didinginkan dan terjadi lingkaran pemisahan antara dua unsur
  2. Pada fruktosa terjadi sedikit pemisahan antara H2SO4 dan fruktosa

1.2. Percobaan Sifat Mereduksi

Alat dan Bahan :

– Tabung reaksi

– Pippet

– Lampu bunsen

– Larutan benedict ( Larutan CuSO4 dan Na sitrat yang di buat alkalis dengan larutan karbohidrat)

– Larutan glukosa

– Larutan karbohidrat

Urutan Kerja

  1. Larutan glukosa 0,5 ml dimasukkkan ke dalam tabung reaksi
  2. di tamabahkan larutan benedict 5 ml
  3. Di panaskan di atas bunsen selama dua menit
  4. Kenudian didinginkan
  5. Urutan tersebut dilakukan juga pada Arabinosa dan Fruktosa

Hasil Pengmatan :

Dari hasil pengamatan ternyata larutan glukosa, arbinosa dan fruktosa tebentuk endapan yang berwarna merah bata

1. Dengan      + Air buah                          Biru muda tereduksi menajdi orange

2. Dengan      +  Fruktosa                         Biru tereduksi menajdi hijau kekuningan

3 Dengan      +   Arabinosa                       Biru tereduksi menjadi kuning

1.3.  Pengaruh Alkali

Alat dan Bahan :

–          Reagen benedict

–          Tabung reaksi

–          Pipet tetas

–          Lampu Bunsen

–          Larutan glukosa

–          Natrium karbonat

Urutan Kerja :

  1. Dimasukkan 2 ml glukosa ke dalam tabung reaksi
  2. Ditamnbahkan Natrium Karbonat
  3. Kemudian di kocok dan di bagi dua tabung
  4. Tabung di panaskan selama 1menit, lalu didinginkan dengan air yang mengalir
  5. Pada setiap tabung di tambahkan 1ml reagen

Hasil Pengamtan :

  1. Pada tabung yang tidak dipanaskan, larutan berwarna biru
  2. Pada tabung yang dipanskan terjadi perubahan warna menjadi biru muda kekuning – kuningan

1.4.            Reaksi Seliwanof

Alat dan Bahan

–          Tabung reaksi

–          Pippet pemanas air

–          Larutan Resokinol

–          Larutan fruktosa

–          Larutan Glukosa

–          Larutan Sukrosa

–          HCL 5 N

Urutan Kerja :

  1. Reagen Seliwanof 2 ml di masukkan ke dalam tabung reaksi
  2. Ditambahkan 10 tetes larutan fruktosa, lalu dipanaskan selama 30 detik
  3. Diulangi dengan larutan glukosa dan sukrosa

Hasil Pengamatan :

1. Larutan Fruktosa   +    Seliwanof                        Berwrna orange (+)

2. Larutan Glukosa    +   Seliwanof                         Tidak berwrana  (-)

3. Larutan Sukrosa    +    Seliwanof                        Endaqpan berwarna orange (+)

3. Sifat dan Reaksi Polysakarida

Alat dan Bahan :

–          Pippet tetas

–          Pippet berskala

–          Larutan iodium

–          Larutan Amilum

–          Larutan Glikogen

–          Larutan Dekstrin

Urutan Kerja :

  1. Larutan amilum 1 tetes di masukkan ke atas pippet teats
  2. Ditambahakan 1 tetes larutan iodium
  3. Dilakukan juga pada dekstrin

Hasil Pengamtan :

1. Amilum      +      Iodium        ————-    Biru keunguan

2. Amilum      +      Dekstrin      ————-    Coklat kemerahan

3. Iodium       +      Dekstrin      ————-    Ungu

III. LEMAK

Lemak tubuh dalam jaringan lemak (jaringan adipose) mempunyai fungsi sebagai insulator untuk membantu tubuh mempertahankan temperaturnya, sedangkan pada wanita dapat memberikan kontur khas feminim seperti jaringan lemak di bagian bokong dan dada. Selain itu, lemak tubuh dalam jaringan lemak juga berperan sebagai bantalan yang melindungi organ-organ seperti bola mata, ginjal, dan organ lainnya.

Sedangkan fungsi lemak dalam makanan yaitu dapat memberikan rasa gurih, memberikan kualitas renyah (terutama pada makanan yang digoreng), serta memberikan sifat empuk pada kue. Lemak yang terdapat dalam bahan makanan sekitar 90%nya merupakan lemak dalam bentuk trigliserida, sedangkan sisanya 10% adalah dalam bentuk kolesterol dan fosfolipid.

Lemak yang berasal dari produk hewani umumnya mengandung sejumlah besar asam lemak jenuh. Sebaliknya produk makanan nabati, kecuali minyak kelapa, mengandung sejumlah besar asam lemak tidak jenuh berantai panjang. Perlu diketahui, semakin banyak lemak jenuh yang kita konsumsi, maka akan semakin tinggi pula kadar kolesterol dalam darah kita.

Untuk lebih jelasnya akan cipaparkan pada laporan praktikum biokimia berikut :

Bahan :

–          Lemak Hewan

–          Kolesterol

–          Minyak Kelapa

Reagen

–          Kloroform

–          Eter

–          Natrium Karbonat

–          Larutan Iod

–          Gliserol

–          Benedict

–          H2SO4

–          Alkohol

–          Oleum Olivarum

Urutan Kerja :

  1. Isi tabung reaksi dengan 2 ml Kloroform
  2. Isi tabung reaksi dengan 2 ml Eter
  3. Isi tabung reaksi dengan 2 ml Air
  4. Isi tabung reaksi dengan 2 ml Natrium Karbonat
  5. Isi tabung reaksi dengan 2 ml Larutan Empedu
  6. Setiap Tabung Reaksi ditambahkan 1 tetes minyak kelapa
  7. Mulut Tabung reaksi ditutup dengan ibu jari kemudian dikocok
  8. Dibiarkan selama 5 menit.

Hasil Pengamatan :

  1. Tabung 1 berwarna putih krem keruh
  2. Tabung 2 berwarna bening
  3. TAbung 3 berwarna pink terjadi emisahan minyak dengan air
  4. Tabung 4 berwarna bening dengan minyak di bagian atas
  5. Tabung 5 berwarna hijau, minyak di bagian atas dan berkelompok-kelompok.

Percobaan Sifat Tak Jenuh

 

Urutan Kerja :

  1. 1 ml Kloroform dimasukan ke dalam tabung reaksi
  2. Ditambahkan 100 tetes Hubl`s Lodd
  3. Larutan dibagi 3 bagian yang sama ke dalam tabung reaksi
  4. Tabung 1 ditambahkan minyak olivarum setetes demi setetes sambil dikocok ( setiap 1 menit ditambahkan 1 tetes ) ditambahkan sampai warna merah menghilang
  5. Tabung 2 dikerjakan seperti pada tabung 1 dengan menggunakan minyak kelapa
  6. Tabung 3 dikerjakan seperti pada tabung 1 dengan menggunakan lemak hewan.

Hasil pengamatan :

  1. Tabung 1 ditambahkan olivarium setetes demi setetes sampai warna merah menghilang ————- diperlukan 5 – 10 menit ( 6 tetes )
  2. Tabung 2 ditambahkan minyak kelapa setetes demi setetes sampai warna merah menghilang —– diperlukan 17 – 20 menit ( 21 tetes )
  3. Tabung 3 ditambahkan lemak hewan setetes demi setetes smpai warna merah menghilang ——– diperlukan 20-25 menit (23 menit )

Percobaan Grease Spot Uji

Urutan Kerja :

  1. Zat yang diselidiki dikocok dengan 4 ml Eter dan dibiarkan Eter keluar .
  2. Lapisan Eter dimasukan ke dalam cawan porselin
  3. Eter dibiarkan menguap
  4. Cawan porselin diusap dengan kertas biasa, maka akan terjadi flek atau noda minyak

 

Hasil Pengamatan :

  1. Minyak dalam eter larut sempurna
  2. Pelarutan olivarum dalam eter lambat.
  1. IV.             Enzim

Percobaan

Reagen :

–          Larutan Amilum

–          Saliva

–          Iodium 0,01 M

Urutan Kerja :

  1. 3 tabung reaksi masing –masing didisi dengan 5 ml larutan amilum 1%
  2. Salah satu tabung direndam dalam air es
  3. Tabung kedua disimpan pada suhu kamar
  4. tabunbg ketiga direndam dalamair hangat
  5. Masing – masing tabung di tambahkan 2 tetes saliva encer yang telah di panaskan dalam air mendidih selam 5 menit
  6. Pada interval waktu 5 menit, masing – masing contoh dari setiap tabung di pindahkan ke dalam plat tetes kemudian ditetesi iodium 0,01 M

Hasil Pengamatan :

  1. Saliva dalam air es berwarna biru buta
  2. Saliva dalam air hangat berwrna biru muda
  3. Saliva pada suhu kamar berwrna biru

Percobaan II

Reagen :

–          Larutan Buffet pH 8, 7.4, 6, 5.3, 2

–          Larutan Amilum 1%

–          Larutan NaCL 0,1 M

–          Saliva encer

–          Iodium

–          Asam asetat

Urutan Kerja :

  1. Masing – masing 10 ml larutan buffer dimasukkan ke dalam tabung reaksi
  2. dioatambahkan masing – masing 0,5 ml larutan amilum, 1,2 ml NaCL dan 2 ml saliva encer
  3. Semua tabung ditempatkan ke dalam water bath
  4. Tentukan kecepatan penguraian
  5. Tambahkan iodium

Hasil Pengamtan :

  1. pH 8, pH 7.4, pH 6 berwrna biru muda
  2. pH 2 dan pH 5,3 berwarna biru tua
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s