Ternak Ayam

Pemeliharaan Ayam Breeder

BAB I PENDAHULUAN.

1.1  Latar Belakang.

Ayam ras pedaging disebut juga broiler, yang merupakan jenis ras unggulan hasil persilangan dari bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya produktivitas tinggi, terutama dalam memproduksi daging ayam. Sebenarnya ayam broiler ini baru populer di Indonesia sejak tahun 1980-an dimana pemegang kekuasaan mencanangkan panggalakan konsumsi daging ruminansia yang pada saat itu semakin sulit keberadaannya. Hingga kini ayam broiler telah dikenal masyarakat Indonesia dengan berbagai kelebihannya. Hanya 5-6 minggu sudah bisa dipanen. Dengan waktu pemeliharaan yang relatif singkat dan menguntungkan, maka banyak peternak baru serta peternak musiman yang bermunculan diberbagai wilayah Indonesia.( http://www.ristek.go.id, 2010)

 

Pembibitan ayam pedaging atau sering di sebut Broiler breedier mutlak sangat diperlukan karna permintaan yang tinggi terhadap daging ayam hingga memaksa peternak untuk memilih strain ayam yang dapat bersaing di pasaran, tugas Broiler breeding ini adalah menciptakan atau membuat strain- strain ayam yang berkualitas.

 

Perubahan pada pembibitan ayam broiler ( pedaging ) dilakukan dengan cara pemulia biakan secara teratur ayam bibit ( Bred ) yang berbeda yang setiap jenis memiliki keunggulan sifat, sifat yang unggl ini akan digabungkan menjadi satu dalam satu galur melalui program seleksi dalam Breed dan menyilangkannya.

 

 

 

1.2  Tujuan Pembuatan Makalah

Tujuan pembuatan makalah:

  1. Sebagai pembelajaran bagi peternak baru.
  2. Sebagai pembelajaran bagi penulis sendiri.
  3. Sebagai patokan peternakan .
  4. Bahan untuk belajar mahasiswa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II. PEMELIHARAAN

  1. A.    Strain yang dipelihara.

strain adalah istilah yang digunakan untuk sekelompok ternak ayam yang mempunyai nilai ekonomis produksi tinggi dan turun-temurun.(Djamal, 1985). Strain yang menjadi perhatian adalah “lohman”.

  1. Penyiapan Sarana dan Peralatan

 

1) Perkandangan

 

Sistem  perkandangan  yang  ideal  untuk  usaha  ternak  ayam  ras  meliputi: persyaratan   temperatur   berkisar   antara   32,2-35  derajat   C,   kelembaban berkisar  antara  60-70%,  penerangan/pemanasan  kandang  sesuai  dengan aturan yang ada, jenis kandang yang dipergunakan untuk usaha ternak ayam broiler breeder menggunakan sitem kandang Clouse house, yang masing – masing berukuran panjang 120m, lebar 12m dengan tinggi 4m. setiap kandang dilengkapi dengan  8 (delapan) blower dengan ukuran tiap blower 48 inchi. Pada setiap kandang dilengkapi dengan layar yang disambung dengan alat penurun layar otomatis (Caten drop) yang akan bekerja saat listrik mati.

 

Untuk  kontruksi  kandang  tidak  harus  dengan  bahan  yang  mahal,  yang penting kuat, bersih dan tahan lama.

 

 

 

2) Peralatan

a. Litter (alas lantai)

Alas lantai/litter  harus  dalam  keadaan  kering,  maka  tidak ada atap  yang bocor  dan  air  hujan  tidak  ada  yang  masuk  walau  angin  kencang.  Tebal litter setinggi  10  cm,  bahan  litter dipakai  campuran  dari  kulit  padi/sekam dengan  sedikit  kapur  dan  pasir  secukupnya,  atau  hasil serutan  kayu dengan panjang antara 3–5 cm untuk pengganti kulit padi/sekam.

 

b. Indukan atau brooder

Alat ini berbentuk bundar atau persegi empat dengan areal jangkauan 1-3m  dengan  alat  pemanas  di  tengah.  Fungsinya  seperti  induk  ayam  yang menghangatkan anak ayamnya ketika baru menetas.

 

c. Tempat bertengger (bila perlu)

Tempat bertengger untuk tempat istirahat/tidur, dibuat dekat dinding dan diusahakan  kotoran  jatuh  ke  lantai  yang  mudah  dibersihkan  dari  luar. Dibuat  tertutup  agar  terhindar  dari  angin  dan  letaknya  lebih  rendah  dari tempat bertelur.

 

d. Tempat makan, minum dan tempat grit

Tempat makan dan minum harus tersedia cukup, bahannya dari bambu, almunium  atau  apa  saja  yang  kuat  dan  tidak  bocor  juga  tidak  berkarat. Untuk tempat grit dengan kotak khusus

 

e. Alat-alat rutin

Alat-alat  rutin  termasuk  alat  kesehatan  ayam  seperti:  suntikan,  gunting operasi, pisau potong operasi kecil, dan lain-lain.

 

 

  1. C.    Program saat DOC.

Brooder adalah suatu tempat dengan dinding yang rapat dengan lampu yang cukup untuk menghasilkan ruangan.( Ahmad B, 2001 ). Pemakaian indukan selama 21 hari, indukan tersebut dinyalakan 2 ( dua ) jam sebelum DOC dimasukan, dengan suhu 24 – 33 0C.

Gambar 1. Lay Out Brooder Hari Pertama.

 

Sumber : PT. Multi Breeder Adirama Indonesia Tbk. Kertasari Purwakarta, 2008.

 

 

Sumber : PT. Multi Breeder Adirama Indonesia Tbk. Kertasari Purwakarta, 2008.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

            Sumber : PT. Multi Breeder Adirama Indonesia Tbk. Kertasari Purwakarta, 2008  .

 

 

  1. Lighting Program.

Program Lighting Dipokuskan pada saat ayam sedang produksi yaitu sekitar 160 hari, intensitas dalam kandang ditingatkan juga dengan lamanya Lighting. Pada saat ayam mulai produksi tirai/layar dibuka 25 cm agar sinar matahari dapat masuk tetapi layar putih tetap terpasang.

Tabel 3 Program Lighting Dari Awal Sampai Produksi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : PT. Multi Breeder Adirama Indonesia Tbk. Kertasari Purwakarta, 2008.

 

 

 

 

  1. Pemberian Pakan, Air minum, dan Vitamin.
  1. Pakan.

Pakan merupakan 70% biaya pemeliharaan. Pakan yang diberikan harus memberikan zat pakan (nutrisi) yang dibutuhkan ayam, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, sehingga pertambahan berat badan perhari (Average Daily Gain/ADG) tinggi.. Pakan merupakan salah satu factor utama dalam management Broiler Breeder, berikut table kandungan pakan yang dibutuhkan ayam.

            Tabel 4. Kandungan pakan yang dibutuhkan ayam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Air minum.

Air merupakan unsure yang sangat penting dan dibutuhkan tubh dalam metabolism. Apalagi pada priode bertelur ( laying ) air sangat dibutuhkan selain untuk metabolism tubuh ayam uga untuk pembentukan telur, karna sekitar dari 80% terdiri dari air. ( Ahmad B, 2001 )

Air minum diberikan secara adlibitum dengan campuran larutan Microcid dengan perbandingan 30cc : 1 liter. Pemberian Vitamin dicampurkan kedalam air minum begitu juga dengan pemberian probiotik.

  1. Management litter

Litter adalah salah satu komponen dalam kandang yang memerlukan perhatian khusus, liter sangat nenentukan kenyamanan ayam dalam kandang ( Ahmad B, 2000), pengendalian penyakit dan mengurangi resiko mekanis terhadap ayam. Biasanya litter mengunakan serutan kayu atau sekam padi. Litter memerlukan penanganan khususuntuk menjamin fungsi litter dapat optimal. Penanganan atau management litter yang dilakukan antara lain adalah sebagai berikut:

  • Penyiraman
  • Pembalikan
  • Penghancuran litter yang menggumpal
  • Pemberian sulfur
  • Penambahan liter baru.

 

  1. Management blower dan ventilasi

Blower diset dan diatur disesuaikan dengan umur dan kondisi ayam dan suhu lingkungan. Tiap kandang dilengkapi dengan delapen blower yang berkekuatan 2m/delik.

Ventilasi berguna untuk menyediakan udara segar dan kadar oksigen cukup serta mengeluarkan gas – gas yang berbahaya tanpa membuat ayam kedinginan. Untuk ventilasi tedapat inlet ( tempat untuk masuknya udara dari luar) sebagai masuknya oksigen dan blower sebagai tempat pembuangan CO2, Amoniak, panas dan uap air.

  1. Seleksi Ayam

Program seleksi ini dilasanakan dengan maksud untuk memiliki ayam yang layak dipelihara sebagai bibit agar menghasilkan produktifitas yang oftimal. (Ahmad B, 2000 )

Ada beberapa pedoman teknis untuk memilih bibit/DOC (Day Old Chicken)/ayam umur sehari:

a.   Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yang sehat.

b.   Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya .

c.   Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya.

d.   Anak ayam mempunyak nafsu makan yang baik.

e.   Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram.

f.    Tidak ada letakan tinja diduburnya.

 

  1. Management sangkar (nest box)

Sangkar dibuat untuk ayam betina bertelur, tempat yang redup, mudah dipindahkan (Ir. Roni Fadilah,SE, 2008). Sangkar dipasang pada umur ayam 18-19 minggu. Pemasangan sangkar juga disertai dengan pemberian material nest yaitu serutan kayu untuk bantalan telur. Nest box dipasang sebelum dilakukan mix (pencampuran) antara jantan dan betina yaitu pada umur 20 minggu. Pemasangan nest box dalam keadaan tertutup,

Pada saat ayam mulai bertelur, nest box dibuka tetapi hanya bagian atas saja. Buka tutup nest box dilakukan sejak awal agar ayam tidak terbiasa tidur didalam nest box sehinga mengakibatkan nest box kotor.

Ketika masa produksi yang penting adalah serutan kayu selalu ada dan sering diganti bila kotor atuau habis. Pada awal pemasangan serutan kayu ditaburi sulur agar tidak ada jamur yang tumbuh dan dapat merusak telur.

  1. Control berat badan minggguan

Penimbangan ayam sangat perlu dilakukan dalam pemeliharaan ayam breeder. Penimbangan dilakukan untuk mengontrol kondisi pakan ayam juga mengontrol berat badan ayam. Ada hubungan yang sangat erat antara konsumsi pakan dengan berat badan. Kondisi pakan dikontrol agar kebutuhan ayam dapat dipenuhi dengan bak, terutama untuk perkembangan alat reproduksi sehingga ayam akan mengalami sexual maturity pada saat yang tepat sehingga dapat berproduksi dengan optimal.

 

 

  1. Teknis pemeliharaan.

Male Breeder Management.

  1. Karakteristik Jantan  yang baik :
    1. Kaki yang panjang ( Shank )
    2. Dada membentuk sudut 450 .
    3. B.W. 130 – 140% Dari B.W. betina.
  2. Fase – Fase yang Perlu Diamati.
    1. Umur 0 – Seleksi.
  • Full Feed sampai seleksi  ( 5 – 6 minggu ).
  • Seleksi ambil yang terberat dan tanpa cacat. Dengan perbandingan 15:100.
  1. Setelah Seleksi – 13 Minggu.
  • Timbagn B.W. Setiap minggu.
  • pisahkan menjadi golongan S,M, dan L.
  1. 14 – 20 Minggu.
  • Usahakan pertumbuhan B.W. Sesuai dengan setandar.
  • Umur 18 minggu lakukan kembali seleksi ( 10 – 11 M / 100 F )
  1. 21 – 36 Minggu.
  • Usahakan B.W. Tidak turun.
  • B.W. harus 130 – 140% dari B.W. (F)
  • Kebutuhan Energi 350 – 400 Kcal ( ± 125 – 143 gram untuk makanan dengan 2000 Kcal/Kg Feed )/ hari.
  • B.W. Naik dengan cepat pada umur 23 – 25 minggu dan melambat pada umur 27 minggu.

 

 

 

  1. Setelah umur 36 minggu.
  • Kontrol B.W. sangat penting.
  • Timbang B.W. 4 minggu sekali.
  • Kenaikan B.W. 50 – 70 gram dalam 4 minggu.
  • B.W. sebaiknya 25 – 30% dari F.
  • Culling yang terlalu berat / kurus.

            *          Jantan dapat Mating 60 x ( kali ) / hari.

**        8 jantan cukup Untuk 100 Betina.

***      Quality lebih penting dari pada Quatity.

            Sumber : PT. Multi Breeder Adirama Indonesia Tbk. Kertasari Purwakarta, 2008.

 

Female Breeder Management

Ada 6 ( enam ) friode yang harus diamati dalam perkembangan betina :

  1. DOC – 4 Minggu.
  • Full feed Sampai umur 2 minggu.
  • Berat ± 450 gr pada umur 4 minggu.
  1. 5 – 9 Minggu.
  •  Pakan jenis developer.
  • Body Frame berkembang lambat dan mempunyai standar B.W. 863 – 905 gr.
  • Kanaikan B.W. ± 91 gr.
  • Terbentuk frame medium pada akhir minggu ke-9.
  1. 10 – 15 Minggu.
  • B.W. 10% lebih rendah standar, lebih baik dari pada Over weight.
  • Kenaikan B.W. mingguan ± 90 – 136 gr.
  1. 16 – Produksi 5%.
  • Sistem reproduksi berkembang.
  • Hormon Sexual mulai berfungsi.
  1. Umur 18 – 23 Minggu
  • Menggunakan pakan pre lay.
  • Kenaikan B.W. 136 – 160 gr/minggu
  1. Umur 24 Minggu
  • Menggunakan pakan Broiler breeder.

Sumber : PT. Multi Breeder Adirama Indonesia Tbk. Kertasari Purwakarta, 2008.

 

  1. Vaksinasi

Vaksinasi adalah pemasukan bibit penyakit yang dilemahkan ke tubuh ayam untuk menimbulkan kekebalan alami. ( www.wordpress.com, 2010 ), Vaksinasi merupakan salah satu cara pengendalian penyakit virus yang menulardengan cara menciptakan kekebalan tubuh. Pemberiannya secara teratur sangat penting untuk mencegah penyakit (http://www.ristek.go.id, 2010)

Vaksin aktif adalah vaksin mengandung virus hidup. Kekebalan yang ditimbulkan lebih lama daripada dengan vaksin inaktif/pasif. (http://www.ristek.go.id, 2010)

Vaksin inaktif, adalah vaksin yang mengandung virus yang telah dilemahkan /dimatikan tanpa merubah struktur antigenic, hingga mampu membentuk zat kebal. Kekebalan yang ditimbulkan lebih pendek, keuntungannya disuntikan pada ayam yang diduga sakit. (http://www.ristek.go.id, 2010)

Persyaratan dalam vaksinasi adalah:
a) Ayam yang divaksinasi harus sehat.
b) Dosis dan kemasan vaksin harus tepat.
c) Sterilisasi alat-alat.

Cara melaksanakan Vaksinasi

  1. Tetes mata ( intra ocular)

Melaksanakan vaksinasi dengan cara meneteskan vaksin kemata.

  1. Tetes hidung ( Intra nasal)

Melaksanakan vaksinasi dengan cara meneteskan vaksin kedalam lubang hidung

  1. Melalui mulut atau cekok ( oral )

Melaksanakan vaksinasi melalui mulut atau cekok. Memberikan vaksin dengan cara ini sama dengan memberikan vaksin melalui air minum. Perbedaannya, paksinasi dilakukan pada ayam secara individu, sehingga setiap ayam mendapatkan dosis yang sama.

  1. Suntik daging ( Intramuscular)

Vaksinasi dilaksanakan dengan cara menyuntikan vaksin kedalam daging, biasanya bagian dada atau paha. Vaksin yang disuntikan bisa berupa vaksin live atau vaksin killed.

 

  1. Suntik bawah kulit ( Subkutanous )

Vaksinasi dilakukan dengan cara menyutikan vaksin dibawah kulit, biasanya di sekitar leher.

  1. Melalui air minum ( Dringking water )

Vaksinasi diberikan melalui air minum. Air yang digunakan untuk melarutkan vaksin harus bersih dan bebas dari klorin.

  1. Penyemprotan ( spray )

Cara ini sering digunakan untuk memvaksin ayam yang baru berumur satu harisebelum ayam dimasukan kedalam pemanas.

  1. Melalui pakan ( feeder )

Vaksinasivaksinasi dilakukan dengan cara mencampur vaksin kedalam pakan ayam. Cara ini biasanya dilakukan untuk pengavlikasian vaksi cocci.

 

 

  1. Penyakit
  • Ø  Penyakit karna bakteri

1.  Berak putih (pullorum)
Menyerang ayam dengan angka kematian yang tinggi.
Penyebab: Salmonella pullorum.
Pengendalian: diobati dengan antibiotika

 

2.  Foel typhoid
Sasaran yang diserang adalah ayam muda/remaja dan dewasa.
Penyebab: Salmonella gallinarum.
Gejala: ayam mengeluarkan tinja yang berwarna hijau kekuningan.
Pengendalian: dengan antibiotika/preparat sulfa.

 

3.  Parathyphoid
Menyerang ayam dibawah umur satu bulan.
Penyebab: bakteri dari genus Salmonella.
Pengendalian: dengan preparat sulfa/obat sejenisnya.

 

 

 

4.  Kolera
Penyakit ini jarang menyerang anak ayam atau ayam remaja tetapi selain menyerang ayam menyerang kalkun dan burung merpati.
Penyebab: pasteurella multocida.
Gejala: pada serangan yang serius pial ayam (gelambir dibawah paruh) akan membesar.
Pengendalian: dengan antibiotika (Tetrasiklin/Streptomisin).

 

5.  Pilek ayam (Coryza)
Menyerang semua umur ayam dan terutama menyerang anak ayam.
Penyebab: makhluk intermediet antara bakteri dan virus.
Gejala: ayam yang terserang menunjukkan tanda-tanda seperti orang pilek.
Pengendalian: dapat disembuhkan dengan antibiotia/preparat sulfa.

 

6.  CRD
CRD adalah penyakit pada ayam yang populer di Indonesia. Menyerang anak ayam dan ayam remaja.

Pengendalian: dilakukan dengan antibiotika (Spiramisin dan Tilosin).

 

 

 

7.  Infeksi synovitis
Penyakit ini sering menyerang ayam muda terutama ayam broiler dan kalkun.
Penyebab: bakteri dari genus Mycoplasma.
Pengendalian: dengan antibiotika.

 

  • Penyakit karena Virus

1.  Newcastle disease (ND)
ND adalah penyakit oleh virus yang populer di peternak ayam Indonesia. Pada awalnya penyakit ditemukan tahun 1926 di daerah Priangan.Tungau (kutuan) Penemuan tersebut tidak tersebar luas ke seluruh dunia. Kemudian di Eropa, penyakit ini ditemukan lagi dan diberitakan ke seluruh dunia. Akhirnya penyakit ini disebut Newcastle disease.

 

2.  Infeksi bronchitis
Infeksi bronchitis menyerang semua umur ayam. Pada dewasa penyakit ini menurunkan produksi telur. Penyakit ini merupakan penyakit pernafasan yang serius untuk anak ayam dan ayam remaja. Tingkat kematian ayam dewasa adalah rendah, tapi pada anak ayam mencapai 40%. Bila menyerang ayam petelur menyebabkan telur lembek, kulit telur tidak normal, putih telur encer dan kuning telur mudah berpindah tempat (kuning telur yang normal selalu ada ditengah). Tidak ada pengobatan untuk penyakit ini tetapi dapat dicegah dengan vaksinasi.

3.  Infeksi laryngotracheitis
Infeksi laryngotracheitis merupakan penyakit pernapasan yang serius terjadi pada unggas.
Penyebab: virus yang diindetifikasikan dengan Tarpeia avium. Virus ini di luar mudah dibunuh dengan desinfektan, misalnya karbol.
Pengendalian: (1) belum ada obat untuk mengatasi penyakit ini; (2) pencegahan dilakukan dengan vaksinasi dan sanitasi yang ketat.

 

4.  Cacar ayam (Fowl pox)
Gejala: tubuh ayam bagian jengger yang terserang akan bercak-bercak cacar.
Penyebab: virus Borreliota avium. Pengendalian: dengan vaksinasi.

 

5.  Marek
Penyakit ini menjadi populer sejak tahun 1980-an hingga kini menyerang bangsa unggas, akibat serangannya menyebabkan kematian ayam hingga 50%. Pengendalian: dengan vaksinasi.

 

6.  Gumboro
Penyakit ini ditemukan tahun 1962 oleh Cosgrove di daerah Delmarva Amerika Serikat. Penyakit ini menyerang bursa fabrisius, khususnya menyerang anak ayam umur 3–6 minggu.

  • Ø  Penyakit karena Jamur dan Toksin

Penyakit ini karena ada jamur atau sejenisnya yang merusak makanan. Hasil perusakan ini mengeluarkan zak racun yang kemudian di makan ayam. Ada pula pengolahan bahan yang menyebabkan asam amino berubah menjadi zat beracun. Beberapa penyakit ini adalah :

 

  1. 1.    Muntah darah hitam (Gizzerosin)

Ciri kerusakan total pada gizzard ayam. Penyebab: adalah racun dalam
tepung ikan tetapi tidak semua tepung ikan menimbulkan penyakit ini. Timbul penyakit ini akibat pemanasan bahan makanan yang menguraikan asam amino hingg menjadi          racun.
P
engendalian: belum ada.

 

2.  Racun dari bungkil kacang
Minyak yang tinggi dalam bungkil kelapa dan bungkil kacang merangsang pertumbuhan jamur dari grup Aspergillus. Untuk menghindari keracunan bungkil kacang maka dalam rancung tidak digunakan antioksidan atau bungkil kacang dan bungkil kelapa yang mengandung kadar lemak tinggi.

 

 

7.4. Penyakit karena Parasit

1.  Cacing
Karena penyakit cacing jarang ditemukan di peternakan yang bersih dan terpelihara baik. Tetapi peternakan yang kotor banyak siput air dan minuman kotor maka mungkin ayam terserang cacingan. Ciri serangan cacingan adalah tubuhnya kurus, bulunya kusam, produksi telur merosot dan kurang aktif.

 

2.  Kutu
Banyak menyerang ayam di peternakan Indonesia. Dari luar kutu tidak terlihat tapi bila bulu ayam disibak akan terlihat kutunya. Tanda fisik ayam terserang ayam akan gelisah. Kutu umum terdapat di kandang yang tidak terkena sinar matahari langsung maka sisi samping kandang diarahkan melintang dari Timur ke Barat. Penggunaan semprotan kutu sama dengan cara penyemprotan nyamuk. Penyemprotan ini tidak boleh mengenai tangan dan mata secara langsung dan penyemprotan dilakukan malam hari sehingga pelaksanaannya lebih mudah karena ayam tidak aktif.

 

 

 

 

 

  • Ø  Penyakit karena Protoza

Penyakit ini berasal dari protozoa (trichomoniasis, Hexamitiasis dan Blachead), penyakit ini dimasukkan ke golongan parasit tetapi sebenarnya berbeda. Penyakit ini jarang menyerang ayam lingkungan peternakan dijaga kebersihan dari alang-alang dan genangan air

Sumber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas, http://www.ristek.go.id

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. N.    Culling

            Culing adalah pemilihan ayam yang tidak masuk kriteria dan jika dipelihara akan merugikan terutama pakan yang diberikan tidak akan menghasilkan produksi yang baik. Karna culling sangat penting, maka dilakukan setiap hari. Ayam yang biasanya diculling adalah sebagai berikut:

  • Weaknes ( ayam lemah )
  • Mata bengkak
  • Nafsu makan kurang
  • Kerdil
  • Sexing error / banci
  • Toriticolis / leher memutar
  • Leher bengkok
  • Lumpuh
  • Pincang
  • Prolapsus
  • Mekanikal

 

 

BAB III. ANALISIS USAHA AYAM BROILER BREEDER (PARENTS STOCK)

Besarnya biaya produksi unit suatu usaha tidak dapat ditentukan karna musim yang mempengaruhi biaya produksi, dibawah ini adalah contoh perhitungan biaya produksi yang sederhana dengan tidak mencantumkan biaya penyusutan dan bunga bank berdasarkan data harga tahun 2005

  1. Perkiraan konsumsi pakan tiap ayam parent stock.
  • Periode starter ( 1-6 minggu) 2 kg
  • Periode grower (7-13 minggu) 3 kg
  • Periode developer (14-24 minggu) 7,5 kg
  • Periode produksi ( 42 minggu) 45 kg
  1. Presentase mortality dan afkir selama pullet 8%.
  2.  Presentase mortality selama produksi 10%.

Biaya produksi setiap ayam dara ( pullet ) parent stock sebagai berikut.

  1. Harga DOC Parent stock                                                             Rp     20.000
  2. Pakan sejak starter sampai developer                                  Rp     39.188
  3. Biaya oprasional selama 24 minggu                                      Rp       1.875
  4. Obat, desinfektan, vaksin dan vitamin                                 Rp       4.500

Rp     65.563

  1. Mortalitas dan apkir 8%                                                             Rp       5.245

 

Biaya produksi tiap ekor ayam pada periode produksi.

  1. Makanan produksi                                                                             Rp   136.125
  2. Vaksin, obat, dan vitamin.                                                             Rp       2.500
  3. Biaya oprasional selama 42 minggu                                           Rp       3.250

Rp   141.875

  1. Mortalitas 10%                                                                                     Rp     14.187

Rp   156.062

 

Biaya produksi pullet                                                                                       Rp     70.808

Biayaa produksi selama periode produksi                                               Rp   156.062

Total biaya satu ekor ayam Parent stock                                                 Rp   226.870

Pendapatan dari Parent stock apkir (3,5 kg x Rp 7.000 )                 Rp     24.500

Biaya produksi tiap Parent stock  yang tersisa                                      Rp   202.370

 

Produktivitas setiap ekor ayam broiler breeder per siklus hidupnya.

  1. Telur tetas 165 butir
  2. Rataan daya tetas 85%
  3. Jumlah DOC 140 ekor

 

 

 

Dari perhitungan biaya produksi sebelumnya, dapat diketahui.

  1. Biaya produksi telur tetas (HE) = Biaya produksi PS per ekor

Jumlah telur tetas

=  Rp 202.370

165 butir

=  Rp 1.226 per butir

  1. Biaya telur tetas per butir                                                    Rp       1.226
  • Biaya oprasional Hatchery                                                 Rp          150

Rp       1.376

  • Biaya HE dan DOC apkir ( 100 – 85% = 15% )               Rp          206
  • Biaya box DOC                                                                           Rp            50

Biaya produksi DOC per ekor                                                            Rp       1.632

 

Tabel 5 Perhitungan labarugi ayam broiler Parent stock per ekor

Uraian

Jumlah

Harga (Rp)

Jumlah (Rp)

Pendapatan

Penjualan produksi DOC per ekor 140 ekor 2.000 280.000
Pendapatan lain – lain      
  1. Telur non-HE
9 Butir 250 2.250
  1. Telur candling
12 Butir 150 1.800
  1. Ayam apkir
3,5 kg 7.000 24.500
  1. Karung dan Pupuk
2 karung 1.000 2.000
Total Pendapatan     310.550

 

 

Uraian

Jumlah

Harga (Rp)

Jumlah (Rp)

Pendapatan

Pakan selama produksi             ( termasuk jantan)

 

49,5 kg 2.750 146.025
Biaya oprasional atau POH selama produksi

 

  3.250 3.250
Biaya di hatchery

 

140 DOC 150 21.000
Biaya box DOC 140 DOC 50 7.000
Total biaya

Laba ( rugi ) kotor

= 310.550 – 270.911

    270.911

 

39.639 per ekor

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR  PUSTAKA

Baihaki Ahmad,S.Pt.2001.pakan ternak ayam breeding farm;purwakarta

Baihaki Ahmad,S.Pt.2002.evaluasi training MBAI Palembang;Palembang

 Daokumentasi PT. Multi Breeder Adirama Indonesia Tbk. Kertasari Purwakarta, 2008.

Fadilah Roni,Ir,SE.2008.sukses berternak ayam broiler.Agro media pustaka;Jakarta

Panduan menejemen brooder DOC PT. Multi Breeder Adirama Indonesia Tbk. Kertasari Purwakarta

http://www.ristek.go.id, 2010

http://www.chickaholic.co.cc, 2010

www.wordpress.com, 2010

http://www.ristek.go.id, 2010)

4 thoughts on “Pemeliharaan Ayam Breeder

    1. kalo dapusnya nih

      Baihaki Ahmad,S.Pt.2001.pakan ternak ayam breeding farm;purwakarta
      Baihaki Ahmad,S.Pt.2002.evaluasi training MBAI Palembang;Palembang
      Daokumentasi PT. Multi Breeder Adirama Indonesia Tbk. Kertasari Purwakarta, 2008.
      Fadilah Roni,Ir,SE.2008.sukses berternak ayam broiler.Agro media pustaka;Jakarta
      Panduan menejemen brooder DOC PT. Multi Breeder Adirama Indonesia Tbk. Kertasari Purwakarta

  1. Bagus banget gan artikelnya,,,jarang ane menjumpai manajemen pemeliharaan breeding….boleh minta referensinya gan untuk manajemen pemeliharaannya,,,monyink07@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s