Umum

Maraknya Penodongan Senjata Api

Dua orang pengojek bentor atau akrab disebut dengan “pabentor” (motor penumpang beroda tiga) dilaporkan nyaris pingsan setelah sempat mengalami penodongan senjata api jenis pistol oleh oknum yang mengaku preman di Komplek Pertanian, Jl A Mappaoddang, Makassar, pagi tadi, Selasa (27/3/2012).

Pihak keluarga korban penodongan dan pengancaman, SH yang juga pabentor, mengungkapkan kejadian itu ke redaksi tribun. Disebutkan, dua pabentor yang mengalami penodongan pistol dari orang tak dikenal itu adalah, SU dan AS yang sehari-hari mangkal di depan Kompleks Pertanian.

“SU ini keluarga saya juga. Dia tadi Saya dapati bersama AS dalam kondisi lemas dan hampir pingsan setelah berhadapan dengan orang yang mengaku preman itu sambil menodongkan pistolnya ke teman saya (SU dan AS,” beber SH saat diterima di ruang tamu redaksi.

Ditambahkan, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 08.00 WITA. Saat itu, hanya SU dan AS, pabentor yang mangkal pagi tadi di lokasi tersebut. Tiba-tiba sebuah mobil Daihatsu Avanza warna hitam dengan DD 561 QD berhenti di depan mereka.

“Ada tiga orang di mobil, yang satu turun dan meminta helm kemudian mengancam teman Saya dengan pistol kemudian dia bilang, Saya ini preman. Tapi helm tidak jadi diambil karena teman SU juga tidak mau memberikan helemnya. Orang itu akhirnya pergi juga,” paparnya.

Si preman penodong pistol disebutkan berpostur besar dan tegap dan mengenakan jaket. Sebelumnya, di lokasi tersebut dikatakan, juga terjadi aksi penjambretan.

“Karena itu, Saya harap aparat kepolisian senantiasa turut memantau lokasi tersebut karena beberapa kali terjadi tindak kejahatan. Kami pabentor di situ resah, tapi disitu juga kami kerja cari uang,” kata SH yang kental dengan aksen Makassar

Baru – baru ini juga terjadi  aksi koboy yang umbar tembakan di Jalan Tentara Pelajar, Palmerah, Jakarta Pusat, Senin (30/5/2012). Saksi mata mengatakan, aksi tersebut terjadi saat seorang warga yang mengendarai sepeda motor sedang melintas di lokasi dengan tanpa sengaja menyenggol mobil berwarna hijau.

Pengemudi mobil lalu turun, kemudian terjadi cek-cok mulut antara pengendara motor dan pengendara mobil berplat TNI tersebut. Pengendara mobil berplat TNI itu tiba tiba menembakkan senjata ke udara di tengah jalan. Untungnya, pengendara motor tersebut tak menggubris tembakan yang dihempaskan ke udara.

Buat yang biasa mengendarai kendaraan di Jakarta mestinya sudah paham, kalau kemacetan adalah hal yang biasa. Bahkan sedikit senggolan pun terkadang tidak dipermasalahkan. Benar benar menguji emosi seseorang saat menghadapi situasi di jalanan jakarta. Nah, yang tambah bikin miris tuh ada oknum aparat yang memiliki senjata api untuk menuruti ego-nya di jalanan jakarta seperti video dibawah…Jadi, apa jakarta sudah sebegitunya keras? hingga baku hantam dan penodongan senjata sudah biasa..

dan tidak lama kemudian kembali aksi koboy terjadi. Tindakan tidak patut itu dilakukan oleh 15 Oknum Polda Sulut yang mengamuk di Club Deluxe Bar Hotel Sintesa Peninsula Manado, Sulawesi Utara. Bahkan dikabarkan mereka juga merusak fasilitas bar dan sempat menodongkan pistol ke karyawan. Peristiwa itu terjadi Selasa (1/5/2012). Ke-15 oknum tersebut diduga dipengaruhi minuman keras.

Tindakan anarkis ini bermula dari keributan di area parkir saat bar akan ditutup. Sebuah mobil Toyota Fortuner putih bernomor polisi DB 3 QA menghalangi akses keluar mobil pengunjung lain. Rupanya mobil itu milik anggota Polda Sulut. Saat diminta pindah malah si karyawan dipukul.

Beberapa karywan yang berusaha melerai juga ikut jadi sasaran pemukulan hingga mereka melarikan diri ke dalam ruangan. Mereka lari karena mereka keluarkan pistol dan ditodongkan ke kepala. Semua karyawan pria yang memakai seragam kemeja merah jadi sasaran pukul. Usai mengamuk, mereka meninggalkan lokasi dengan tiga mobil.

Apa yang dilakukan oknum tersebut, bisa saja dialami oleh orang biasa, yang membedakan adalah oknum tersebut mempunyai ijin menggunakan senjata api dan senjata ini akan sangat berbahaya apabila disalahgunakan. Terlepas mengapa oknum tersebut bereperilaku seperti “koboy” bisa jadi karena budaya komando yang ada sehingga merasa lebih berkuasa dibandingkan yang lain.

Sikap arogan APARAT bukan nya di segani oleh masarakat, malah di benci . Ingat, TNI/polri itu di lahir kan dari rakyat. Di saku mu ku titip kan uang untuk menjaga kedaulatan NKRI, dan menjaga keamanan rakyat, bukan untuk menakut nakuti atau menindas yang lemah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s