Sapi Potong · Ternak Sapi

Mencegah Ancaman Penyakit Surra Pada Sapi Potong

Sumber Gambar: http://www.duniasapi.com
Penyebab
Penyakit surra disebabkan oleh parasit sejenis protozoa, yaitu Trypanosoma certain. Binatang bersel tunggal ini hidup di dalam sel darah merah sapi dan memakan gula darah (glukosa) yang terdapat di darah. Gangguan yang ditimbulkan protozoa itu bukan hanya hilangnya gula darah pada sapi melainkan juga adanya racun tripanotoksin. Racun ini diproduksi oleh protozoa tersebut dan akan menimbulkan gangguan dengan gejala-gejala tersebut di atas. Parasit penyebab surra dapat berjangkit dari sapi satu ke sapi lain lewat perantaraan gigitan lalat temak Tabanus, caplak, kutu, dan nyamuk Anopheles. Mauxgah Ancaman Pmyakit

Gejala
Sapi yang terserang surra, bulu badannya rontok, kulitnya kering, kotor, dan kelihatan seperti bersisik. Nafsu makan turun sehingga sapi menjadi kurus. Kalau penyakit telah menjalar ke syaraf otak sapi akan berputar-putar tanpa arah dengan gerakan-gerakan yang tak beraturan. Dari gejala inilah kemudian muncul nama penyakit “tujuh keliling”.

Pengendalian
Cara pencegahan penyakit surra paling utama adalah dengan membasmi serangga penyebar penyakit. Secara rutin, kandang berikut lingkungan di sekitamya disemprot pestisida, terutama tempat-tempat yang banyak dihinggapi lalat. Sapi yang sakit diisolasi dan diobati dengan Nagonal, Arsokol, atau Atocyl.

Di samping tiga penyakit tersebut di atas, masih ada beberapa penyakit lain yang dapat mengancam usaha peternakan sapi potong. Beberapa penyakit tersebut di antaranya busuk kuku {food rot) akibat bakteri Fusiformis necrophorus serta “ngorok” (haemorrhagic septicemia) yang disebabkan bakteri PastureUa multocida dan sering membuat temak mati mendadak. Penyakit cacingan merupakan masalah yang besar bagi peternakan di Indonesia. Penyakit cacing giling besar (Toxxaxcaris vitulorum) dan cacing hati (Fasciola hepatica) banyak meyerang sapi pada peternakan rakyat. Untuk menjaga kesehatan sapi, kandang harus dibersihkan dan dicuci setiap hari. Sapi dimandikan untuk mengurangi gang guan lalat dan caplak. Untuk tindakan preventif, perlu dilakukan pengobatan dengan obat cacing, pemberian vaksinasi atau anti-biotik sesuai kasus penyakit yang terjadi, dan aktif menjaga kebersihan lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s