Lain - Lain

PAKAN KELINCI

Pakan merupakan faktor yang penting dalam pemeliharaan Kelinci, selain faktor pemilihan bibit dan tata laksana pemeliharaan yang baik, sehingga keberhasilan usaha peternakan banyak ditentukan oleh kualitas dan kuantitas pakan serta pemberiannya.

Kelinci termasuk ternak herbivora yang tidak dapat mencerna serat kasar secara baik, sehingga pakan kelinci hendaknya dipilih dari dedaunan atau hijauan yang berserat halus. Pakan kelinci terdiri dari rumput/ hijauan, sayuran termasuk biji-bijian dan konsentrat. Pakan hijauan yang diberikan seperti daun kol, daun sawi, kangkung, lobak, caisim, daun turi, daun kacang tanah, kacang panjang. Demikian pula rumput yang relatif lunak dan batangnya halus yaitu rumput lapangan, rumput gajah. Sebelum diberikan harus dipotong-potong terlebih dahulu.Selain itu bahan umbi-umbian seperti wortel,ubi jalar, ubi kayu dan pakan penguat meliputi dedak halus/ bekatul, jagung, ampas tahu, kacang hijau, kacang tanah, dan bungkil-bungkilan serta mineral dan garam. Pakan penguat terutama diperuntukkan bagi ternak kelinci yang sedang dalam fase pertumbuhan, bunting, menyusui dan pejantan pemacek.

Konsumsi Pakan
Kelinci membutuhkan karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin dan air. Jumlah kebutuhannya tergantung pada umur, tujuan produksi, serta laju atau kecepatan pertumbuhannya. Untuk Pejantan aktif kawin, betina bunting, betina menyusui, anak kelinci masa pertumbuhan membutuhkan protein 14- 18 %, lemak 3 -6 % , serat 15 – 20 % dan abu 5 – 6 %. Sedangkan untuk betina kering, pejantan tak aktif, anak yang mulai dewasa membutuhkan protein 12 – 14 %, lemak 2-4 %, serat 20 – 28 % dan abu 5-6%.
Pemberian Pakan hijauan diberikan sekitar 60 – 80% dari total pakan atau sebanyak 650 – 700 gram/ hari/ekor, Hijauan untuk pakan kelinci sebaiknya tidak diberikan dalam bentuk segar tetapi telah dilayukan terlebih dahulu untuk mengurangi kadar airnya. Proses pelayuan selain untuk mempertinggi kadar seratnya, juga menghilangkan getah atau racun yang dapt menimbulkan kejang atau mencret.Kelinci lokal dapat mengkonsumsi 1 kg hijauan/ hari yang berasal dari limbah sayuran atau hijauan /rumput. Kelinci pedaging yang memiliki tubuh berukuran besar dapat menghabiskan 1,5 kg hijauan/ hari.

Pakan penguat/ konsentrat 120 – 180 gram/hari/ekor. Jumlah pakan tiap harinya bervariasi berdasarkan ukuran atau besar kelinci serta tahapan atau tingkatan produksinya. Kelinci bunting dan menyusui membutuhkan nutrisi lebih banyak daripada biasanya. Kalau pakan kelinci dewasa rata-rata membutuhkan 120 -180 gram konsentrat per hari/ ekor, pakan untuk kelinci bunting dan menyusui konsentratnya bisa naik sekitar 25 – 50 % dari kebutuhan normal. Kelinci muda umur 2-5 bulan berbobot 2-4 kg/ ekor membutuhkan 120-180 gram konsentrat/ hari dan pakan kelinci potong atau dewasa berbobot diatas 4 kg membutuhkan 160-180 gram konsentrat/ekor/hari. Kelinci bunting dan menyusui berbobot 5 kg keatas membutuhkan 200-250 gram konsentrat/ ekor/ hari.

Cara Pemberian Pakan
Pakan untuk kelinci diberikan dua atau tiga kali sehari, bisa juga sepanjang hari. Mengingat sifat alami kelinci sebagai binatang malam, maka volume pemberian pakan yang terbanyak sebaiknya pada sore atau malam hari. Pagi dan siang hari dapat diberi konsentrat, biji-bijian yang telah dilembutkan atau umbi-umbian . Sore atau malam hari baru diberikan sebanyak mungkin hijauan untuk memenuhi kebutuhan pakannya sepanjang malam. Induk betina yang sedang kering (tidak menyusui) dapat diberikan pakan satu hari sekali yaitu diberikan siang menjelang sore hari. Jadwal pemberian pakan dengan pemberian tiga kali sehari yaitu konsentrat diberikan pada pagi hari sekitar pukul 10.00 setelah pembersihan kandang. Siang hari sekitar pukul 13.00 diberikan 1/3 bagian hijauan dan 2/3 bagian hijauan diberikan pada sore hari sekitar pukul 18.00.
Pemanfaatan sumberdaya bahan pakan lokal dan limbah pertanian/ limbah industri sebagai pakan kelinci
Dalam mengurangi biaya produksi, maka perlu pemanfaatan bahan pakan lokal yang tersedia di sekitar lingkungan kita, seperti kulit kacang tanah, kulit biji kakao, kulit biji kopi yang diolah menjadi tepung , yang mempunyai nilai gizi protein cukup tinggi, demikian juga pengolahan limbah pertanian dan perkebunan seperti dedak, jerami, onggok, ampas tahu, bungkil kelapa sawit, coklat dapat ditingkatkan kualitasnya dengan pengolahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s