Sapi Perah · Sapi Potong · Ternak Sapi

KOSA JANGAN DIBUANG, DAPAT MENDATANGKAN KEUNTUNGAN

Sumber Gambar: http://dakwah.blogdetik.com/page/2/

Kosa atau Kotoran sapi, sangat sayang jika dibuang atau tidak dimanfaatkan, karena kosa dapat membuat nilai tambah dalam usaha.

Penerimaan dari usaha penggemukan sapi dapat berupa penjualan sapi yang telah digemukkan dan dari kotoran sapi berupa pupuk kandang. Namun belum seluruh pupuk kandang yang dihasilkan dari kosa mempunyai nilai ekonomi karena pada umumnya pupuk kandang yang dihasilkan tidak dijual oleh peternak melainkan digunakan untuk memupuk tanamannya atau dibuang sama sekali. Padahal penggunaan kosa menjadi pupuk kandang/ pupuk organik dapat melestarikan kesuburan tanah juga dapat meningkatkan kualitas dan nilai ekonomi kosa pada usaha penggemukan sapi.

Kosa ( kotoran sapi), dari namanya saja dipastikan kotor, menjijikkan dan mempunyai bau yang tidak sedap sehingga timbul keinginan untuk membuangnya. Maka tidak mengherankan kalau kosa sering menimbulkan masalah jika tidak ditangani secara baik. Selama usaha penggemukan sapi berlangsung akan banyak kosa yang tertimbun di sekitar kandang terutama bagi para petani dipedesaan, yang kandang rumahnya dekat dengan pemukiman. Hal ini akan menjadi masalah apabila tidak dikelola secara baik, maka kosa itu dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan juga menimbulkan bau yang tidak sedap bagi lingkungan sekitarnya bahkan dapat menimbulkan penyakit. Oleh karena itulah, kosa tersebut harus diproses menjadi bentuk lain yaitu salah satunya pupuk kandang/ pupuk organik, sehingga tidak dibiarkan menumpuk begitu saja disekitar kandang dan diperoleh manfaatnya.

Kosa sebagai pupuk kandang.
Penggunaan kosa sebagai pupuk dikenal sebagai pupuk kandang (pupuk organik). Zat-zat yang sangat berguna didalam kosa tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai pupuk kandang yang dapat memperbaiki struktur tanah dan penyediaan unsur hara tanah. Kosa sebagai pupuk kandang perlu penanganan yang baik, karena dengan penanganan yang kurang baik seperti penggunaan kosa yang masih mentah ( belum matang) atau menurut istilah petani peternak masih panas, jika digunakan untuk memupuk tanaman dapat menyebabkan kelayuan pada tanaman atau bahkan mengalami kematian karena kepanasan. Hal ini karena kosa mentah mengandung unsur carbon ( C ) lebih tinggi dari kandungan nitrogen (N) yang akan mengundang jutaan bakteri. Jika kadar Carbon dalam kosa tinggal sedikit atau perbandingan C/ N rendah maka proses penguraian (dekomposisi) akan berhenti sehingga kosa mengalami kematangan atau istilah peternak sudah dingin. Jika kosa sudah dingin atau mengalami kematangan, ini sangat baik dijadikan pupuk, dan inilah yang disebut pupuk kandang
Tanda-tanda kosa yang telah menjadi pupuk kandang atau telah mengalami kematangan/ dingin sebagai berikut : a). jika diraba, pupuk terasa dingin, b). jika diremas, pupuk mudah rapuh, c).pada kebanyakan pupuk kandang, wujud aslinya telah berubah dan d). bau aslinya (bau kosa) telah hilang.

Cara mengubah kosa menjadi pupuk kandang (organik) cukup mudah, yaitu dengan membiarkan begitu saja. Setelah kosa dikumpulkan, dalam waktu tertentu kosa telah berubah menjadi pupuk. Namun jika tidak ditangani dengan baik maka akan terjadi penyusutan unsur hara dalam kosa tersebut. Oleh karena itu perlu ada usaha menangani kosa tersebut agar unsur hara yang terkandung dalam kosa tetap baik. Penanganan kosa yang baik untuk dijadikan pupuk kandang, ada 2 sistim yaitu sistim terbuka dan sistim tertutup.

Sistim terbuka.
Pada sistim ini, kosa ditimbun ditempat yang terbuka dipermukaan tanah. Tempat penyimpanan kosa dapat dibuat berbentuk segi empat atau segi panjang ukuran 2,5 m x 2 m berupa tanah yang ditinggikan. Kemudian diberi atap dan dibuat galangan dari tanah disekeliling tempat pembuatan pupuk untuk mencegah masuknya air atau rembesan air ke dalam tumpukan kosa. Kelebihan sistim ini kosa lebih cepat matang, sedang kekurangannya selama proses penguraian, bau kosa akan terbawa angin.

Sistim tertutup.
Pada sistim ini, kosa ditimbun dalam lubang. Ukuran lubang disesuaikan dengan banyaknya kosa yang akan ditimbun atau sesuai kebutuhan, tetapi dalamnya tidak boleh lebih dari 1 meter, karena kalau terlalu dalam akan menyulitkan pengambilan kosa. Dinding lubang sebaiknya dari plastik untuk mencegah terjadi perembesan air dari bagian luar lubang. Sedang lantai tetap dari tanah agar air kosa dapat merembes ke bawah tanah. Kosa ditimbunkan ke dalam lubang , jangan terlalu penuh. Apabila lubang sudah hampir penuh terisi kosa, pada permukaanya ditaburi kapur secara merata agar tidak terjadi pengasaman pupuk. Selanjutnya lubang ditutup dengan tanah bekas galian setebal 30 cm. Daerah sekelilingnya dibuat parit kecil agar tidak terjadi genangan air. Dibuatkan naungan sederhana diatas lubang berupa atap atau daun rumbia atau dari dedaunan kering lainnya untuk mencegah masuknya air dari atas pada waktu hujan. Setelah 2-3 minggu dalam penimbunan , kosa telah memperlihatkan tanda-tanda kematangan, kosa telah berubah menjadi pupuk kandang/ pupuk organik. Kelebihan dari sistim ini penyebaran bau kosa dapat dikurangi karena selama proses penguraian kosa terlindung di dalam lubang. Kelemahannya proses penguraian akan terbentuk lama dan pupuk tidak kering.

Penjualan Pupuk Kandang
Pupuk kandang yang diperjualbelikan atau yang belum digunakan dalam waktu dekat, dimasukkan/ dikemas dalam karung/ kantong plastik. Biasanya pupuk kandang ini dicampur terlebih dahulu dengan sedikit tanah atau humus dan kapur agar pupuk kandang lebih kering dan gembur dan kualitasnya lebih tinggi.

3 thoughts on “KOSA JANGAN DIBUANG, DAPAT MENDATANGKAN KEUNTUNGAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s