Pakan · Ternak Dombing

Integrasi Tanaman Jagung dan Ternak Kambing untuk Meningkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani

Sumber Gambar: http://www.google.co.id
Pada musim kemarau, hijauan pakan sangat sulit didapatkan di Kabupaten Gunungkidul. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu teknologi yang dapat menghasilkan hijauan pakan sekaligus menghasilkan produk yang dapat dikonsumsi. Inovasi teknologi yang dilakukan adalah budidaya jagung sistem tanam rapat.
Keunggulan dari teknologi tersebut adalah (1) Kebutuhan pakan di musim kemarau dapat tercukupi, (2) Meningkatkan pendapatan petani, (3) Menghasilkan jagung untuk konsumsi (jagung pipilan), (4) Induk beranak tiga kali dalam dua tahun dengan jumlah anak dalam satu kali kelahiran lebih dari satu, (5) Dua anak atau lebih yang dapat disapih per induk dalam setahun, dan (6) Berat anak dapat mencapai 35-40 kg. Kambing yang dibudidayakan pada awal kegiatan sejumlah 14 ekor terdiri dari 12 ekor betina dan 2 ekor jantan setelah 1,5 tahun berkembang menjadi 45 ekor, yang kemudian digulirkan kepada kelompok ternak lainnya. Kegiatan tersebut disaksikan Bapak KDH TK II Gunungkidul sekaligus meresmikan pembuatan Rumah Pengolahan Pupuk Organik (RPPO) dengan dana Rp.85.000.000,- sebagai tindak lanjut komitmen dari Dinas Pertanian.
Inovasi ini mendapatkan respon sangat positif dari pemerintah daerah Kabupaten Gunungkidul. Replikasi introduksi integrasi tanaman jagung dan ternak kambing akan dilakukan oleh Dinas Peternakan Kabupaten Gunungkidul. Teknologi ini sangat berpotensi untuk dikerjasamakan dengan instansi lain.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s