Peternakan · Ternak Dombing

Kandang Kambing

Kandang terbuat dari bahan yang kuat, harga murah dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di lokasi. Kandang harus segar (ventilasi baik, cukup cahaya matahari, bersih, dan minimal berjarak 5 meter dari rumah). Sebaiknya dibuat kandang dalam bentuk panggung dengan sekat yang dapat bongkar pasang dan lantai dari bambu atau papan. Di belakang kandang dibuat penampungan kotoran dan sisa pakan. Sebagai patokan ukuran luas kandang adalah, jantan dewasa dibutuhkan 1,5 m2, betina dewasa 1 m2, betina menyusui 1,5 m2, anak dan kambing muda 0,75 m2. Usahakan ada lampu penerang yang dipasang didalam kandang. Selain itu, di dalam kandang juga disediakan tempat pakan dan minum.

Model kandang panggung memiliki kelebihan dan kekurangannya. Kelebihan dari kandang panggung adalah kandang menjadi lebih bersih karena kotoran jatuh ke bawah, kebersihan ternak lebih terjamin, lantai kandang selalu kering, kuman, dan parasit serta jamur dapat ditekan. Namun demikian beberapa kelemahan dari kandang panggung antara lain biaya relatif mahal, resiko ternak terperosok/jatuh dan kandang memikul beban ternak lebih berat.

Untuk lebih mengoptimalkan usaha ternak kambing dapat disediakan kandang massal/berkoloni sesuai jenis dan kebutuhan.
Kambing merupakan ternak yang memiliki sifat toleransi yang tinggi terhadap bermacam-macam pakan hijauan serta mempunyai daya adaptasi yang baik terhadap berbagai lingkungan. Pengembangan kambing mempunyai prospek yang baik karena disamping untuk memenuhi kebutuhan daging di dalam negeri, kambing juga memiliki peluang sebagai komoditas ekspor. Untuk itu, dalam budidaya kambing secara intensif selain memperhatikan kebutuhan pakan juga harus memperhatikan dalam penyediaan kandang.
Pada umumnya budidaya/pemeliharaan kambing saat ini masih berbasis pada peternakan rakyat yang berciri skala usaha kecil, manajemen sederhana, pemanfaatan teknologi seadanya, lokasi tidak terkonsentrasi dan belum menerapkan sistem dan usaha agribisnis. Oleh karena itu , agar budidaya kambing dapat berhasil baik dan menguntungkan yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan khususnya bagi peternak kambing maka harus memperhatikan penyediaan kandang dan peralatan yang memadai sesuai kebutuhan.

Dalam hal ini, kandang yang dibangun harus kuat, memenuhi syarat kesehatan, mudah dibersihkan, mempunyai drainase yang baik, siklus udara yang bebas dan dilengkapi tempat makan dan minum ternak. Adapun dalam usaha ternak kambing, sarana dan prasarana yang harus disediakan untuk kandang, sebagai berikut :
A. Lokasi, usaha peternakan kambing harus memperhatikan lokasi yang memenuhi kriteria : 1) Tidak bertentangan dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) dan Rencana Detail Tata Ruang Daerah (RDTDR) yang bersangkutan; 2) Letak dan ketinggian lokasi terhadap wilayah sekitarnya harus memperhatikan lingkungan dan topografi, sehingga kotoran dan limbah tidak mencemari lingkungan.
B. Lahan, status peternakan kambing hendaknya jelas sesuai dengan peruntukkannya menurut peraturan perundangan yang berlaku.
C. Penyediaan air dan alat penerang : 1) Air yang digunakan harus memenuhi bAku mutu air yang sehat, yang dapat diminum oleh manusia dan ternak serta tersedia sepanjang tahun; 2) Setiap usaha peternakan kambing hendaknya menyediakan alat penerang (misalnya listrik) yang cukup setiap saat sesuai kebutuhan dan peruntukannya.
D. Bangunan, untuk usaha peternakan kambing hendaknya memiliki bangunan yang sesuai dengan kegiatan : 1) Jenis bangunan, antara lain : kandang pejantan, kandang induk, kandang pembesaran, kandang isolasi ternak yang sakit, gudang pakan dan peralatan, barak pekerja, penampungan dan pengolahan limbah; 2) Konstrusi bangunan : dapat memenuhi daya tampung untuk menjamin masuknya udara segar ke dalam kandang, memiliki saluran pembuangan limbah, terbuat dari bahan yang ekonomis namun dapat menjamin kemudahan pemeliharaan, pembersihan dan desinfeksi kandang, bahan dan konstruksi kandang menjamin ternak terhindar dari kecelakaan dan kerusakan fisik.
E. Alat dan Mesin Peternakan : 1) Peralatan yang harus dimiliki minimal adalah alat makan ternak, minum ternak, sanitasi, pengendalian dan pengobatan penyakit, dan peralatan lain yang mendukung produksi dengan jumlah sesuai kebutuhan; 2) Pemilihan dan pemakaian alat harus memperhatikan faktor kesehatan, kemudahan dalam penggunaan dan pembersihannya; 3) Peralatan yang dipakai dalam kandang isolasi dilarang untuk digunakan di tempat atau di kandang lain sebelum disucihamakan.

 

Untuk lebih mengoptimalkan usaha ternak kambing dapat berkembang dengan baik, maka sistem kandang dapat dibuat sistem pemeliharaan massal/berkoloni dengan luas ruang/space, sebagai berikut : 1) 1,5 m² per ekor induk yang sedang menyusui; 2) 1,0 m² per ekor betina dewasa; 3) 1,2 m² per ekor pejantan. Disamping itu jarak antara bangunan kandang dengan bukan kandang minimal 25 m.

Dengan memperhatikan kebutuhan kandang dan peralatan yang memadai sesuai kebutuhan untuk usaha ternak kambing, diharapkan pengembangan dan usaha bidaya ternak kambing dapat menguntungkan dan bahkan mempunyai prospek untuk diekspor ke negara-negara lain yang membutuhkan sehingga dapat menambah devisa negara serta dapat meningkatkan kesejahteraan para peternak kambing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s