Tanaman Hias

Teknik Pewarnaan Bunga Sedap Malam

Bunga potong sedap malam (Polianthes tuberosa L.) adalah salah satu bunga potong yang banyak diusahakan di Indonesia dan mempunyai pasar yang potensial (Soekartawi, 1996). Varietas, warna, bau, dan kondisi fisik bunga adalah faktor penting dalam pemilihan dan permintaan bunga oleh konsumen. Keragaman warna pada bunga meningkatkan keleluasaan konsumen untuk memilih dan memadupadankan bunga sesuai dengan tujuan penggunaannya.
Selaras dengan namanya, bunga satu ini memang memancarkan aroma yang sungguh sedap, apalagi di malam hari, aroma wanginya kian menjadi-jadi. Bila ditaruh bunga sedap malam dalam vas di ruang tamu, niscaya seluruh ruangan pun beraroma wangi. Bahkan, aromanya bisa menembus ke ruang-ruang lain di sekitarnya.
Bahan dan Alat
Bahan tanaman yang digunakan bunga sedap malam (P. tuberosa L), pewarna makanan biru cair merk Koepoe-Koepoe, gula pasir, asam sitrat, natrium benzoat, aquades.
Alat yang digunakan adalah pisau atau cutter, ember besar, botol plastik, pH-meter, timbangan digital, penggaris panjang dan jangka sorong.
Pembuatan larutan pewarna
Pembuatan larutan pewarna sebaiknya dibuat 1-2 hari sebelum dipergunakan. Bahan yang sudah disiapkan sesuai dengan ukuran yaitu satu liter larutan pewarna dibuat dengan cara melarutkan gula 60 g dan pewarna makanan biru 8 ml diaduk hingga rata kemudian ditambahkan asam sitrat dan diaduk – aduk kemudian diukur menggunakan alat pH hingga pH larutan 3.5, kemudian larutan pewarna diletakkan/dimasukkan kedalam botol – botol plastik, dengan ukuran 200 ml per botol, setelah selesai Alat-alat dan botol dicuci hinga bersi dengan mengguankan sabun dan lauratan siap untuk di pergunakan.

Cara melakukan pewarnaan
Bunga dibersihkan dari daun dan kotoran kemudian disortir berdasarkan jumlah bunga mekar, yaitu minimal 2 kuntum telah mekar. Tangkai bunga dipotong sepanjang 40 cm dari bunga terbawah, dan ujung bawahnya dipotong serong kira-kira 45o. Selanjutnya tangkai bunga dicelupkan kedalam botol-botol yang telah terisi larutan pewarna. Lama waktu perendaman antara 2 jam s/d 8 jam itupun tergantung dengan selera warna yang akan diinginkan, karena semakin lama perendaman warna yang dihasilkan semakin tua.

Pewarnaan bunga ini merupakan pewarnaan vital dan bersifat difus, artinya zat warna akan mewarnai seluruh bagian jaringan hidup, baik batang, daun maupun bunga akan tampak berubah. Hal ini dipengaruhi oleh pewarnaan pada bagian bunga berubah kebiruan, sedangkan pada tangkai bunga terdapat guratan-guratan halus atau bercak berwarna biru kehijauan. Warna jaringan pembuluh batang juga berubah menjadi kebiruan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s