Perkebunan · Tanaman Rempah & Penyegar

Pembukaan Lahan dan Penanaman kemiri sunan

Sumber Gambar: google.com
Lahan semak atau hutan, pohon-pohon dan semak yang berdiameter di bawah 10 cm dipotong dengan menggunakan parang dan kampak. Pemotongan pohon-pohon harus putus dan diusahakan serendah mungkin atau dekat dengan permukaan tanah. Semak-semak ditebas, dikumpulkan sejajar dengan baris tanaman dengan arah Timur – Barat dan dikeringkan. Untuk pohon yang berdiameter lebih dari 10 cm ditebang dengan menggunakan gergaji mesin (chain shaw). Kemudian dilakukan pemotongan dan rencak. Kayu-kayu yang masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dikumpulkan, sedang hasil rencakannya dikumpulkan diluar areal. Penebasan dan penebangan dilakukan pada awal musim kemarau. Tanah diolah dengan menggunakan bajak atau cangkul atau dibajak secara merata untuk areal yang datar. Sedangkan pada areal yang kemiringannya lebih dari 15%, pengolahan dilakukan dengan sistem jalur mengikuti arah kontour agar tidak terjadi erosi.
Lahan alang-alang, alang-alang ditebas dengan menggunakan parang atau di slashing dengan traktor, pengolahan tanah dilakukan dengan cara dibajak atau alang-alang dibiarkan tumbuh 10-15 cm baru dilakukan penyemprotan dengan herbisida. Areal yang telah bersih dari alang-alang dilakukan pengolahan tanah lanjutan dengan cara manual maupun dengan traktor.
Pengelolaan lahan berdasarkan tingkat kemiringan lahan, lahan dibagi berdasarkan tingkat kemiringan lahan, pembagian ini bertujuan untuk pengelolaan konservasi tanah, air dan tingkat kesuburan lahan. Lahan dengan keimiringan lebih dari 8 % disarankan untuk dilakukan tindakan konservasi tanah dan air. Pembuatan teras baik teras bangku maupun individu (tapak kuda) disarankan pada lahan dengan kemiringan > 8%..
Klasifikasi kemiringan untuk pembuatan terasering, kemiringan 8 % ditanam dengan jarak standar dengan guludan, kemiringan 9-15 % dibuat tapak kuda atau teras bangku dengan lebar teras 3 meter, kemiringan 15-35 % dibuat tapak kuda atau teras bagku dengan lebar teras 4,5 meter, kemiringan lebih 35 % sebaiknya bukan untuk kebun tetapi sebagai lahan konservasi. Tingkat kemiringan lahan harus diukur dengan benar. Untuk pembuatan teras sebagai dasar perbedaan tinggi teras gunakan jalan blok, agar memudahkan operasional dari jalan ke teras dan sebaliknya serta mengurangi resiko erosi sebagai akibat genangan air permukaan di jalan.

Pengajiran dan pembuatan lubang tanam, dilaksanakan selama 2-4 minggu, jarak tanam kemiri minyak dibuat 7,5 x 7,5 meter sistem segitiga sama sisi setara dengan populasi 205 pohon per hektar atau segi empat yang setara dengan populasi 178 pohon per hektar, ukuran lubang 60 x 60 x 60 centimeter, pada tanah keras atau berpadas, lubang tanam harus > 60 x 60 x 60 cm. Tanah galian diletakkan ditepi lubang dengan dipisahkan tanah yang berasal dari lapisan atas dan lapisan bawah, Lubang tanam yang sudah dibuat terlebih dulu dikelantang selama satu minggu kemudian diberi pupuk dasar berupa pupuk kandang 2-5 kg/lubang (tergantung tingkat kesuburan tanah) dan pupuk buatan 50 gr SP36 yang dicampur merata dengan tanah galian lapisan atas, dengan kondisi demikian masih terbuka ruang untuk ditanami tanaman sela diantara tanaman kemiri minyak. Keadaan seperti ini berlangsung hingga tajuk kemiri minyak saling menutup pada umur > 4 tahun setelah tanam. Pada umur kurang dari 3 tahun sinar matahari yang masuk diantara tanaman kemiri minyak masih dapat mencapai 80% sehingga dapat dimanfaatkan untuk penanaman tanaman semusim seperti padi, kacang-kacangan, dan tanaman palawija lainnya. Yang perlu diperhatikan adalah jarak penanaman dari pohon kemiri minyak tidak kurang dari jarak terjauh dari batang hingga proyeksi tajuk terlebar kemiri minyak. Pada tanaman dewasa umurnya > 4 tahun, sinar matahari yang masuk kurang dari 30%. Apabila akan ditanami tanaman sela, maka harus dipilih jenis-jenis tanaman sela yang tahan terhadap naungan. Beberapa jenis tanaman yang tahan naungan atau selama hidupnya memerlukan naungan antara lain Kakao, Kopi, Temu-temuan, Vanili, Lada, dan lain lain.

Pemanfaatan lahan diantara kemiri minyak, dengan berbagai jenis tanaman sela, selain bisa menambah pendapatan pekebun, juga akan sangat membantu mengurangi biaya perawatan tanaman pokoknya yaitu kemiri minyak. Selain itu biomass yang dihasilkan tanaman sela akan menambah bahan organik ke dalam tanah sehingga akan menambah dan menjaga kesuburan tanah yang baik. Tanaman sela kacang-kacangan mengandung bintil di akarnya yang dapat memfiksasi unsur nitrogen dari udara, akan membantu meningkatkan kesuburan tanah. Sebagai contoh penanaman tanaman palawaija diantara kemiri minyak bisa menambah pendapatan pekebun Rp. 2.700.000,- hingga Rp. 8.400.000,- per hektarnya, jenis tanaman palawija yang dapat ditanam diantara kemiri minyak dan pendapatannya antara lain : jagung dengan produksi per hektar 2.800 kilogram (dua kali tanam) hasil penjualan Rp. 8.400.000,-, kacang kedelai dengan produksi per hektar 1.200 kilogram (satu kali tanam) hasil penjualan Rp. 9.000.000,-, kacang tanah dengan produksi per hektar 300 kilogram per hektar (satu kali tanam) hasil penjualan Rp. 2.700.000,-.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s