Perkebunan · Tanaman Rempah & Penyegar

PEMELIHARAAN TANAMAN KEMIRI SUNAN

Sumber Gambar: google.com

6.1. Penyiangan
Ada dua tahap kegiatan yaitu bobokor/piringan sekitar batang dan penyiangan keseluruhan areal. Bobokor dilakukan disekitar pangkal pohon atau diameter 80-100 cm di sekeliling batang dan dilakukan setiap 4 bulan sekali atau tergantung dari keadaan gulma yang ada di sekitar tanaman. Dibuat rorak mengelilingi pangkal batang dengan jarak disesuaikan dengan proyeksi daun terluar. Penyiangan pada keseluruhan areal terutama pembabatan semak dilakukan 4 bulan sekali atau tergantung dari pertumbuhan gulma. Dijaga agar tinggi gulma tidak melebihi tanaman kemiri minyak. Bila lahan dimanfaatkan dengan tanaman sela semusim maka penyiangan mengikuti pola tanaman semusim.

6.2. Pemupukan
Meskipun tanaman kemiri minyak dapat tumbuh pada tanah yang marginal, bukan berarti tidak memerlukan pemupukan. Untuk mendapatkan produksi biji yang lebih banyak, tanaman kemiri minyak perlu dipupuk secara rutin. Jenis pupuk yang diberikan dapat pupuk kandang (organik) atau pupuk kimia (anorganik).

Pemberian pupuk kandang dapat dilakukan sekali setahun, dosis pada tanaman muda cukup 5 kg/pohon. Sedangkan untuk tanaman yang sudah berproduksi dapat diberikan pupuk kandang sebanyak 10-30 kg per pohon. Pemberian pupuk kandang dilakukan disekeliling piringan tanaman sedikit diluar tajuk daun, dengan jalan mencangkul dan membenamkan pupuk kandang sedalam 20 cm di bawah permukaan tanah.

Jika pupuk yang diberikan jenis pupuk anorganik, maka dosis untuk masing-masing pupuk disesuaikan dengan umur tanaman. Pupuk kimia ini sebaiknya diberikan dua kali dalam setahun, yaitu awal dan akhir musim hujan. Cara pemupukan dapat dilakukan dengan menggali tanah disekeliling batang tanaman tepat di bawah proyeksi tajuk daun yang terluar. Pupuk ditaburkan secara merata dalam lubang galian tanah tersebut, kemudian ditimbuni dengan tanah kembali.

6.3. Pembuangan tunas air
Tujuan pembuangan tunas air adalah untuk memperoleh bentuk tajuk yang baik, seimbang dan meningkatkan produksi. Semua tunas air yang tumbuh pada batang di bawah bekas sambungan dipotong menggunakan gunting setek atau cutter. Pembuangan tunas air diusahakan samapi habis sehingga permukaan putongan rata dengan permukaan batang. Bekas potongan sebaiknya diolesi atau disemprot dengan fungisida untuk mencegah infeksi oleh jamur patogen. Apabila percabangan saling tumpang tindih sebaiknya dilakukan penjarangan yang dilakukan secara bertahap sesuai perkembangan cabang utama.

6.4. Pengendalian Hama dan Penyakit
6.4.1. Hama
a. Tungau (Tetranichiadae)
Hama ini menyerang dan menimbulkan kerusakan pada permukaan daun kemiri minyak bagian bawah. Tanda-tanda serangan berupa bintik-bintik berwarna merah kecoklatan atau bintik-bintik putih. Serangan ini akan menyebabkan daun menjadi mengkerut/keriting.

b. Keong (Moluska)
Hama ini menyerang permukaan daun kemiri minyak bagian bawah dengan cara memakan jaringan epidermisnya. Tanda-tanda serangan hama ini nampak adanya luka berwarna merah kecoklatan. Hama ini banyak menyerang tanaman kemiri minyak yang masih muda di pembibitan dan di lapangan.

c. Hama penggerek daun
Hama ini menyerang daun-daun kemiri minyak yang masih muda. Tanda-tanda serangan hama ini daun pertumbuhannya menjadi melengkung atau bolong-bolong.

6.4.2. Penyakit
Penyakit pada tanaman kemiri minyak umumnya merupakan serangan sekunder akibat luka pada batang maupun daun. Oleh karena itu hindarkan terjadinya luka baik di batang maupun daun. Penyakit sekunder tersebut umumnya disebabkan oleh jamur.

6.4.3. Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengendalian hama tanaman kemiri minyak dapat dilakukan secara mekanik atau kimia menggunakan pestisida. Pengendalian secara mekanik adalah dengan membuang hama tersebut secara langsung, dan membuang bagian tanaman yang terdapat hama tersebut. Cara ini dapat dilakukan pada tanaman kemiri minyak yang masih muda. Pestisida yang digunakan sebaiknya pestisida nabati yang dibuat atau diperoleh dari sekitar kebun. Pestisida nabati yang dapat digunakan dan banyak terdapat di lapangan adalah larutan emulsi yang berasal daun nimba, suren dan tanaman lainnya. Pestisida kimia hanya digunakan apabila benar-benar sudah tidak memungkinkan lagi menggunakan pestisida nabati. Pesstisida kimia banyak terdapat di pasar seperti yang berbahan aktif Demikron dan lain-lain.

Pengendalian penyakit tanaman kemiri minyak dilakukan dengan menjaga sanitasi kebun dari gulma dan semak belukar serta pemangkasan bagian-bagian tanaman yang terserang.

6.5. Penyiraman
Tanaman kemiri minyak yang masih muda umur 1 tahun sangat peka terhadap kekeringan. Oleh sebab itu diperlukan penyiraman bila keadaan betul-betul kering. Penyiraman menjadi sangat penting bila baru saja dilakukan pemupukan, sementara curah hujan kurang

3 thoughts on “PEMELIHARAAN TANAMAN KEMIRI SUNAN

  1. ada yg menjadi pertanyaan sy skrg…apa ada cara yg tepat agar biji kemiri berkecambah lebih cepat dan tumbuhnya vigor? thanks b4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s