Perkebunan · Tanaman Rempah & Penyegar

Penyiapan batang bawah (rootstock) kemiri sunan

Sumber Gambar: google.com
a.Pengecambahan
Biji untuk benih batang bawah terlebih dahulu harus dikecambahkan. Pengecambahan benih bertujuan untuk menumbuhkan benih yang masih berbentuk biji. Lamanya perkecambahan diperlukan waktu 2-4 minggu.

Teknik Pengecambahan dilakukan dengan urutan sebagai berikut:
-Media kecambah menggunakan tanah top soil/sekam padi/serbuk gergaji. Media dari tanah sebaiknya diayak memakai saringan 1,0×1,0 cm untuk mencegah masuknya gumpalan-gumpalan tanah, serta bersih dari sampah dan sisa perkaran lainnya.
-Media kecambah harus bebas dari jamur atau sumber penyakit lainnya.
-Media dimasukkan dalam seedbed berukuran lebar 30 cm, panjang 60 cm, dan tinggi 15 cm.
-Benih (biji) direndam dalam air selama 24 jam. Benih yang tenggelam kemudian dikecambahkan dalam seedbed (bak perkecambahan), sedangkan benih yang masih mengapung dilakukan perendaman lanjutan selama 4 jam. Benih yang masih mengapung setelah perendaman ulang > 4 jam adalah benih afkir. Untuk menghindari tumbuhnya jamur, air perendaman dapat diberi fungisida 2%.
-Benih ditanam dengan cara membenamkan biji yang telah berkecambah dimana arah radikula (calon akar) menghadap ke bawah, kedalam 1 cm dengan jarak 3×3 cm, sehingga dalam 1 seedbed terdapat 200 biji.
-Setelah biji ditata didalam seedbed segera ditutup dengan mulsa atau tanah halus dan ditempatkan ditempat terbuka yang aman dari gangguan hewan.

b.Pemeliharaan kecambah
Setelah penanaman biji, segera dilakukan penyiraman secukupnya hingga semua media dan biji menjadi basah, tapi hindarkan jangan sampai menggenang. Untuk pemeliharaan selanjutnya dilakukan penyiraman secara rutin untuk menjaga seedbed dalam keadaan lembab.

c.Seleksi kecambah
Seleksi kecambah dilakukan sebelum pemindahan kecambah ke polybag. Angkat dan singkirkan semua benih afkir dari seedbed dan dimusnahkan.
Ciri fisik benih yang diafkir adalah :
-Radicula berputar dan sudah tumbuh terlalu panjang.
-Radicula tidak tumbuh sempurna, kerdil dan kecil.
-Bentuk radicula yang tidak normal atau rusak.
-Kecambah yang diserang oleh penyakit sehingga radicula busuk dan bercak- bercak berjamur.

d.Pembenihan
Pemindahan kecambah ke polybag dilakukan segera setelah biji pecah di seedbed seperti gambar 2a. Hindarkan pemindahan kecambah dengan akar yang terlalu panjang (gambar 2b). Pemindahan kecambah yang terlambat akan mengakibatkan kerusakan akar kecambah sehingga benih tidak tumbuh dengan normal.
1). Ukuran Polybag
Polybag yang digunakan berukuran tebal 0,15 mm, lebar 20 cm, dan panjang 25 cm, berwarna hitam dengan empat baris lubang perforasi berjarak 5 cm. Letak lubang dimulai dari tengah polybag bagian bawah. Gunakan polybag yang telah dilipat bagian bawahnya dengan tujuan agar setelah diisi media, polybag dapat berdiri tegak.
2). Media Tanam
Tanah yang digunakan sebagai media tanam sebaiknya diayak terlebih dahulu memakai ayakan dengan ukuran lubang 1,0 cm x 1,0 cm untuk mencegah masuknya gumpalan-gumapalan tanah serta bersih dari bebatuan dan sisa-sisa perakaran. Media tanam yang digunakan menggunakan media campuran top soil, pupuk kandang, pasir atau sekam. Pembenihan yang dilakukan pada musim penghujan, menggunakan media campuran tanah, pasir atau sekam padi dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Apabila pembenihan dilakukan pada musim kemarau, komposisi media tanam yang digunakan adalah tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.
3). Pengisian dan Penyusunan Polybag
Polybag harus sudah selesai diisi media tanam sebelum pemindahan kecambah. Untuk mendapatkan kepadatan tanah yang stabil, media didalam polybag harus disiram setiap hari sebelum kecambah ditanam.
Cara pengisian dan Penyusunan Polybag:
-Isi penuh polybag dengan media tanam yang telah dipersiapkan secara bertahap agar kepadatan tanah merata, hindari pemadatan tanah dengan cara menekan kuat kearah bawah.
-Guncang polybag pada waktu pengisian untuk memadatkan tanah dan mencegah agar tidak ada bagian yang mengkerut/berlipat karena tidak terisi.
-Persiapkan bedengan-bedengan datar dengan lebar 120 cm dan panjang disesuaikan dengan kondisi areal, jarak antar bedengan 75 cm sekaligus berfungsi sebagai jalan kontrol dan pemeliharaan.
-Polybag disusun dengan jarak 24×24 cm antar as pada bedengan. Dalam 1 m2 bedengan areal pembenihan dapat disusun sebanyak 16 polybag.
-Dibuat parit disekeliling areal pembenihan untuk membuang kelebihan air dengan ukuran 40x40x60 cm.
-Siram setiap hari sampai media dalam polybag turun 1 cm dibawah permukaan atas polybag selama 3 hari berturut-turut.

4). Penanaman Kecambah dan Perawatan
Teknis penanaman kecambah
-Siram media tanam di polybag dengan air sampai jenuh (ditandai dengan air yang mulai mentes dari lubang polybag bagian bawah) sebelum kecambah ditanam.
-Kecambah yang telah lolos seleksi dibawa menggunakan baki yang beralaskan goni basah yang telah direndam dalam larutan fungisida.
-Tanam kecambah dengan posisi calon radicula/yang bagian retak menghadap ke bawah.
-Penanaman kecambah dilakukan sedalam ± 2 cm di bawah permukaan tanah dan hindari penanaman kecambah yang terlalu dalam atau terbalik.
-Setelah penanaman kecambah, polybag disiram kembali dengan air secukupnya.
-Setiap bedengan diberi label yang berisi: tanggal tanam, jumlah benih, asal benih, tanggal rencana seleksi dan tanggal rencana benih siap grafting.
Teknis penyiraman pembenihan
-Penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore hari sampai media tanam didalam polybag benar-benar basah. Hindarkan penyiraman yang berlebihan sehingga menyebabkan genangan air didalam polybag.
-Bila malam hari terdapat curah hujan yang cukup, tidak perlu dilakukan penyiraman pada pagi harinya dan penyiraman sore harinya tergantung pada kelembaban tanah di polybag.
-Bila pagi hari terdapat curah hujan yang cukup, maka tidak perlu penyiraman pada pagi maupun sore harinya.
-Bila terdapat genangan air yang bertahan di polybag akibat curah hujan yang terlalu tinggi, maka dibuat tambahan lubang pada polybag dengan cara menusuknya menggunakan paku berdiameter 5 mm.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s