Pertanian

Penyulaman dan Penyiangan Padi Gogo TOT

Setelah kurang lebih 4 hari ditanam, benih akan berkecambah membentuk akar dan bagian atas tanaman (batang dan daun). Perkecambahan ini dipengaruhi beberapa faktor seperti temperatur, ketersediaan air, dan udara. Temperatur permukaan tanah yang tinggi (> 350C) dapat memperlambat atau bahkan menggagalkan perkecambahan. Begitu juga temperatur yang rendah dapat
membunuh biji yang sedang tumbuh. Benih membutuhkan air untuk berkecambah, tetapi air yang tergenang jusru dapat menghalangi perkecambahan. Demikian pula kondisi tanah yang terlalu kering.
Benih yang tidak tumbuh perlu disulam. Penyulaman dilakukan dengan cara menugal kembali lubang tanam dan mengisinya dengan benih yang baru. Penyulaman harus dilakukan sesegera mungkin agar pertumbuhannya tidak terlalu tertinggal dengan tanaman yang telah tumbuh. Jika terlambat, pertumbuhan tanaman tidak akan seragam.
Keadaan ini akan menyulitkan dalam pemeliharaan serta mendorong berkembangnya hama atau penyakit.
PENYIANGAN
Walaupun pada proses persiapan lahan sudah disemprot dengan herbisida, tetapi gulma masih dapat tumbuh. Hal ini umumnya disebabkan penyemprotan yang dilakukan kurang baik atau kurang merata. Penyebab lainnya pada saat disemprot gulma tertutup oleh vegetasi lain sehingga tak ikut tersemprot atau ada bagian tanaman, misalnya akar atau rimpang, yang tak terjangkau oleh herbisida. Jika menurut pengamatan banyak gulma yang tumbuh maka lahan perlu disiangi. Namun, jika gulma sudah tidak tumbuh maka kegiatan penyiangan tidak diperlukan lagi. Penyiangan biasanya dilakukan 3 minggu pertama setelah penanaman. Penyiangan pada awal pertumbuhan sangat penting dilakukan. Jika tidak dilakukan maka hasil gabah akan berkurang secara drastis. Pada penanaman padi gogo dengan penyiapan lahan secara konvensional yang kurang baik, seringkali gulma tumbuh lebih subur dibandingkan tanaman padinya. Hal ini tentu sangat merugikan. Berdasarkan penelitian adanya gulma di pertanaman padi gogo dapat menurunkan produksi sekitar 40.
Gulma yang biasanya terdapat pada pertanaman padi gogo adalah jenis rumput-rumputan, gulma berdaun lebar, dan teki-teldan. Gulma jenis rumput yang banyak ditemukan antara lain mmput belulang (Eleusine indica (L) Gaerth.),jejagoan [Echinocloa colon-am (L) link), dan lulangan (Digitaria ciliaris (Retz) Koeler). Jenis gulma berdaun lebar misalnya bayam berduri (Amaranthus spinosus), krokot (Portuluca oleraceae L), dan gajahan [Heliothriphium indicum L).
Adapun gulma jenis teki misalnya Cyperus rotundus dan Cyperus iris. Berikut ini teknis pengendalian gulma, baik pada awal budi daya maupun setelah gulma tumbuh.
a) Pengendalian pada awal budi daya
Hal ini dilakukan saat penyiapan lahan. Gulma harus benar-benar bersih dari areal dengan cara penyemprotan herbisida secara merata, tepat dosis, dan tepat waktu.
b) Pengendalian setelah gulma tumbuh
Pengendalian setelah gulma tumbuh dapat dilakukan secara mekanis misalnya dengan mencabut, mengored, atau mencangkul. Penyiangan dengan menggunakan kored agak sukar, memerlukan waktu cukup lama, serta tidak efisien. Dengan mencangkul pekerjaan menyiangi terasa lebih efisien. Namun, penyiangan dengan cangkul akan lebih mudah jika jarak serta bans tanaman padi teratur dan lums. Penanaman dengan jarak tanam yang terlalu jauh akan sangat merangsang tumbuhnya gulma. Oleh karenanya, pengaturan jarak tanam yang tepat akan sangat membantu pengendalian gulma. Pengendalian secara kimiawi dengan herbisida dapat menghemat tenaga daripada cara pengendalian mekanis. Bila dilakukan dengan baik, penggunaan herbisida akan lebih murah dan efisien.
Akan tetapi, penggunaan herbisida harus selektif. Dosis pun harus diperhatikan dengan teliti. Saat yang tepat untuk melakukukanpengendalian ini adalah ketika guhna sedang tumbuh aktif. Penyemprotan yang dilakukan saat gulma sudah tinggi adalah terlambat.
Herbisida sebaiknya digunakan sesuai dosis anjuran. Dosis yang berlebihan atau terlalu banyak dapat menyebabkan daun tanaman padi tampak seperti lonceng atau melengkung serta terbentuk bintik cokelat pada daun. Sebaliknya, penggunaan dosis lebih rendah dari anjuran mengakibatkan tidak efektifnya usaha pengendalian gulma

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s