Perkebunan · Tanaman Rempah & Penyegar · Teknologi Hasil · THP Pertanian

STANDARISASI MUTU BIR PLETOK

Sumber Gambar: http://www.google.co.id
Bir pletok merupakan kekayaan masyarakat Betawi tidak hanya mempunyai nilai budaya tetapi juga mempunyai nilai ekonomi. Minuman ini selalu diproduksi masyarakat Betawi dengan tingkat keragaman yang cukup tinggi antara satu tempat pembuatan dengan tempat lainnya di wilayah DKI Jakarta. Keragaman tersebut terjadi pada semua aspek, meliputi bahan baku, cara produksi, kemasan, rasa, warna, aroma dan umur simpan. Oleh sebab itu sesuai arahan Dinas/Pemda DKI Jakarta perlu disusun suatu standardisasi pembuatan bir pletok yang merupakan acuan jaminan kualitas.
Inovasi pembuatan bir pletok
Inovasi teknologi standardisasi pembuatan bir pletok tidak memerlukan persyaratan khusus, asalkan mengikuti Standar Prosedur Operasional (SPO) yang sudah disusun yaitu mulai dari proses pembuatan, sterilisasi botol hingga pengemasan.
Keunggulan inovasi
Keunggulan inovasi ini adalah kualitas produk dan daya saing pasar/nilai jualnya akan semakin tinggi dan keberlanjutan usaha para pengolah akan lebih terjamin, mengingat jenis minuman bir pletok tersebut sudah dicanangkan sebagai minuman khas selamat datang bagi para tamu wisatawan ke wilayah DKI Jakarta.
Bahan-bahan
Pilih rempah-rempah berkualitas bagus sebagai bahan baku pembuatan bir pletok. Komposisi rempah-rempah untuk membuat bir pletok sebanyak 50 botol ukuran 250 ml adalah :
1. 1 kg jahe, 2-3 buah pala,
2. 10-15 butir lada hitam, 2 batang (3×10 cm) kayu mosohi,
3. 15-20 butir kapulaga,
4. 5-10 buah cabe Jawa,
5. 10 buah cengkeh,
6. 5-10 gram kayu manis,
7. 10 batang sereh,
8. 10 lembar daun pandan,
9. 0,5 ons kayu secang,
10. 10-12 liter air,
11. 1,-2 kg gula dan 1 sendok makan garam.
Proses pembuatan
Proses pembuatan bir pletok adalah:
1. Penerimaan dan penyortiran rempah,
2. Pencucian rempah,
3. Pengecilan ukuran rempah,
4. Penimbangan bahan,
5. Ekstraksi dengan perebusan,
6. Penyaringan,
7. Pembotolan,
8. Penutupan botol,
9. Sterilisasi,
10. Pendinginan,
11. Pelabelan dan penyegelan,
12. Penyimpanan.
Untuk mendapatkan kualitas bir pletok yang bagus proses pembuatannya mengikuti SPO yang sudah disusun, yaitu:
1. Rempah-rempah dicuci /dibersihkan dari kotoran.
2. Bagian yang busuk dibuang
3. Rempah-rempah dikecilkan ukurannya. Khusus jahe diiris tipis.
4. Semua bahan ditimbang/ditakar sesuai formula.
5. Didihkan air sampai suhu mencapai 95-1050C.
6. Masukkan semua bahan kecuali kayu secang dan gula. Panci harus ditutup.
7. Biarkan rebusan selama 30 menit.
8. Masukkan kayu secang. Biarkan sampai warna air rebusan menjadi merah selama 3-5 menit.
9. Angkat semua bahan dari air rebusan.
10. Air rebusan disaring dengan menggunakan kain saring ( ukuran 10 mesh).
11. Tambahkan gula ke dalam air rebusan yang telah disaring.
12. Rebus kembali sampai mendidih selama 3-5 menit. Air rebusan disaring lagi dengan menggunakan kain saring (ukuran 150 mesh).
13. Bir pletok siap disajikan atau dilakukan pembotolan.
Kemasan yang yang digunakan adalah botol plastik ukuran 250 ml atau cup berwarna bening sehingga tampilan bir pletok lebih menarik dan ekonomis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s