Teknologi Hasil · THP Peternakan

ABON DAGING CAMPUR KELUWIH

Abon adalah sejenis makanan kering berbentuk serpihan, dibuat dari daging yang
diberi bumbu kemudian digoreng. Pembuatan abon keluwih sangat membutuhkan
keterampilan tangan, terutama dalam hal meremah keluwih yang berbentuk seperti
nangka sampai halus menjadi abon. Secara keseluruhan pembuatannya cukup
sederhana sehingga memungkinkan setiap orang dapat melakukannya.

– BAHAN
1. Daging sapi atau kerbau 1 kg
2. Keluwih muda 4 butir
3. Kelapa 2-3 butir
4. Minyak goreng 5 ons (2 gelas)
5. Bawang merah 1 ½ ons
6. Bawang putih ½ ons
7. Asam jawa secukupnya
8. Lengkuas secukupnya
9. Serai secukupnya
10. ketumbar 2 sendok makan
11. Gula merah 3 ½ ons
12. Bawang goreng secukupnya
13. Garam 2 ons
14. Kemiri (bila perlu) 1 ons
15. Daun pepaya atau parutan nenas secukupnya

– ALAT
1) Penggorengan
2) Sendok dan garpu
3) Kain saring atau ayakan seng
4) Pisau
5) Panci
6) Kompor
7) Parutan Kelapa
8) Alas perajang (talenan)
9) Alat penghancur bumbu (cobek dan ulekan)
10) Baskom plastikTTG PENGOLAHAN PANGAN

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Gedung II BPP Teknologi Lantai 6, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Tel. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

– CARA PEMBUATAN
1) Pilih daging yang lunak dan tidak banyak mengandung lemak serta serat.
Daging bagian punuk, dan paha sangat cocok sebagai bahan pembuatan
abon;
Gambar 1. Daging Bagian Punuk
2) Cuci bersih dan bungkus dengan daun pepaya sampai seluruh permukaan
daging tertutup. Diamkan selama kurang lebih 1 jam sampai daging menjadi
lebih lunak. Setelah itu bungkus dibuka. Dapat juga dilakukan dengan jalan
melumuri dengan parutan nenas, dan diamkan selama sekitar 1 jam,
kemudian cuci;
3) Kupas keluwih, cuci bersih, potong kecil-kecil, lalu buang bijinya;
4) Rebus daging, keluwih, salam, lengkuas, dan serai sampai lunak;
5) Angkat daging dan keluwih, tiriskan kemudian remah-remah sampai
membentuk hancuran yang berserat-serat;
6) Parut kelapa, ambil santan kentalnya sebanyak 1 liter. (4 gelas);
7) Haluskan garam, asam, gula merah, ketumbar, bawang merah, bawang putih
kemudian tumis;
8) Rebus remahan daging, keluwih, santan, dan bumbu bersama-sama sampai
santannya habis menguap, kemudian tiriskan;
9) Goreng dengan minyak panas sambil terus diaduk sampai daging berwarna
coklat, kemudian tiriskan;
10) Peras minyak yang berlebihan dengan kain saring;
11) Pisahkan abon daging campur keluwih yang telah terbentuk dengan garpu.
Setelah itu tambahkan bawang goreng secukupnya, dan aduk sampai rata;
12) Kemas dalam kantong plastik, gelas, atau kaleng.TTG PENGOLAHAN PANGAN

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Gedung II BPP Teknologi Lantai 6, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Tel. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

5. KEUNTUNGAN
1) Abon yang dikemas plastik dan disimpan dalam ruangan yang terlindung dari
sinar matahari akan tahan beberapa bulan tanpa mengalami kerusakan yang
berarti.
2) Abon campur keluwih memiliki rasa enak walaupun pada proses
pembuatannya tidak menggunakan bahan pengawet.
3) Abon campur keluwih dapat meningkatkan nilai ekonomi keluwih walaupun
menurunkan harga jual abon.TTG PENGOLAHAN PANGAN

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Gedung II BPP Teknologi Lantai 6, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Tel. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id
6. KERUGIAN
1) Penambahan keluwih dapat menurunkan nilai gizi abon.
2) Penggunaan daging yang liat, banyak lemak, dan berserat akan
menghasilkan abon yang tidak memenuhi standar yang telah ditentukan.
Catatan:
KOMPONEN NILAI
Lemak maksimum yang diperbolehkan 30 %
Gula maksimum yang diperbolehkan 30 %
Protein yang terkandung 20 %
Air maksimum yang diperbolehkan 10 %
Abu maksimum yang diperbolehkan 9 %
Aroma, warna dan rasa khas
Logam berbahaya (Cu, Pb, Mg, Zn dan As) negatif
Jumlah Bakteri maksimum yang diperbolehkan 3.000/gram
Bakteri bentuk koli negatif
Jamur negatif
7. DAFTAR PUSTAKA
1) Astawan, Md. Abon daging campur keluwih. Selera, VIII (12), Desember
1989: 14 – 15
2) Abon. Standar Industri Indonesia (SII) No. 0368-80, 0368-85.
8. KONTAK HUBUNGAN
Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan, PDII, LIPI, Jl. Jend. Gatot
Subroto 10 Jakarta 12910.
Jakarta, Maret 2000
Sumber : Tri Margono, Detty Suryati, Sri Hartinah, Buku Panduan Teknologi
Pangan, Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI
bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation, 1993.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s